Helo Indonesia

Melonjak, 160 Pebulutangkis dari 54 Media Ramaikan KBAM 2026 Zona Tengah Semarang

1 jam 19 menit lalu
    Bagikan  
Melonjak, 160 Pebulutangkis dari 54 Media Ramaikan KBAM 2026 Zona Tengah Semarang

Ketua Panitia KBAM Zona Tengah, Darjo Soyat menerima hasil drawing dari referee Suwardito, disaksikan Koordinator KBAM Daryadi

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 80 pasangan atau 160 wartawan  dari 54 media siap beradu ketangkasan dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar-Media (KBAM) 2026 Zona Tengah persembahan Bakti Olahraga Djarum Foundation di Polytron Stadium Undip, Semarang, pada Selasa - Rabu,   13–14 Oktober 2026.

Pada acara Temu Teknik dan Drawing yang dipimpin Suwardito dan digelar Senin (12/10/2026) di Polytron Stadium, Semarang, 80 pasangan peserta terbagi tiga kelompok usia (KU), meliputi  27 pasang mengikuti KU 26-35 tahun, 28 pasang tampil di KU 36-45 tahun, dan 25 pasangan bermain di KU 46 ke atas.

Baca juga: Buka Peluang Magang Luar Negeri, USM Perpanjang Kemitraan dengan KJRI Johor Bahru

Ketua Panitia KBAM Zona Tengah, Darjo Soyat, mengaku bersyukur dan menyambut gembira melonjaknya jumlah peserta tahun ini. Apalagi, peserta dari 54 media ini sangat variatif, tak hanya disesaki pers asal Kota Semarang, melainkan juga diserbu jurnalis dari Blora, Surakarta, Banyumas, Kudus, hingga Yogyakarta.

"Ini sebuah kejutan yang membanggakan. Partisipasi media sangat variatif dan tidak didominasi oleh media tertentu saja. Untuk kelancaran kegiatan, panitia juga menyiapkan tim medis. Semoga seluruh peserta bertanding dalam kondisi sehat dan prima," ujar wartawan senior Suara Merdeka tersebut.

Sistem pertandingan tetap mengusung reli poin 21 (best of three games). Babak penyisihan 32 besar, 16 besar, hingga perempat final langsung digeber pada hari pertama, Selasa (13/10).

Sementara partai semifinal dan final dipentaskan pada hari kedua, Rabu (14/10). Para pemenang di tiap kelompok usia berhak atas dana pembinaan sebesar Rp 7,5 juta (Juara 1), Rp 5 juta (Juara 2), dan Rp 2.5 juta (Juara 3).

Kejuaraan ini rencananya dibuka resmi pada Selasa (13/10) besok dengan dihadiri Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto, Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Basri Yusuf, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, serta perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Koordinator KBAM, Daryadi, berpesan agar para jurnalis tetap mengukur kemampuan fisik di lapangan dan tidak memaksakan diri secara berlebihan.

"Alangkah baiknya periksa kesehatan dulu sebelum tanding, misalnya cek tensi. Yang tahu persis kondisi badan kan diri kita sendiri," pesan Daryadi.

Baca juga: Kantor Pertanahan Tubaba Borong Dua Gelar di Ajang Badminton ATR/BPN Lampung

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Jateng, Wisnu Setiadji, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation atas konsistensinya menggelar turnamen ini.

"Event ini tak sekadar ajang silaturahmi dan menjaga kebugaran pekerja media, tetapi juga instrumen vital untuk mendeteksi atlet bulutangkis yang diproyeksikan mewakili Jawa Tengah pada Porwanas 2027 mendatang," katanya.

Jadi Unggulan

Sederet pasangan tangguh dan juara bertahan kembali ditantang membuktikan taji mereka sebagai unggulan teratas. Di KU 46+, sang juara bertahan Aman Ariyanto/Agus Supriyanto (Suarabaru.id) mengamankan posisi unggulan pertama, disusul duet Sigit Budi Riyanto (Semarangstraight)/Justri (TVRI) di posisi unggulan kedua.

Pada KU 26–35, pasangan Annas Nur Prasetyo/Heri Febrianto (TVRI Yogya) memimpin daftar unggulan utama, dibayangi Muhammad Nurrois/Bangkit Nurullah (Joglosemarnews) di seeded kedua.

Pada KU 36–45, duet Fentri Susilo Utomo/Azis (TVRI Jawa Tengah) menempati posisi unggulan teratas, disusul runner-up tahun lalu, Dhani Apriyanto/Slamet Riyadi (Radar Semarang).

Meski berstatus juara bertahan, Aman Ariyanto menyadari peta persaingan tahun ini jauh lebih sengit dan menolak sesumbar.

"Saya yakin pesaing-pesaing utama yang sebelumnya pernah masuk semifinal dan perempat final tentu sudah mempersiapkan diri. Mereka bisa menjadi batu sandungan kami jika tidak waspada," ungkap Aman.  (Aji)