Helo Indonesia

Rismon ke Rumah Jokowi Bawa Makanan dan Ulos ke Solo

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Kamis, 12 Maret 2026 21:21
    Bagikan  
IJAZAH
HELO LAMPUNG

IJAZAH - Rismon Sianipar saat datang ke rumah Jokowi

HELOINDONESIA.COM -- Setelah minta maaf terbuka, Rismon Hasiholan Sianipar mendatangi rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026), pukul 17.11 WIB.

Rismon datang membawa makanan dan kain ulos Batak sebagai simbol itikad baik dalam proses restorative justice. Dalam pertemuan itu, Rismon menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi terkait polemik ijazah yang sebelumnya ia persoalkan.

Kehadiran Rismon menarik perhatian publik, karena sebelumnya salah satu peneliti yang gigih menyoal keaslian ijazah Jokowi. Dia dan rekan-rekannya kemudian dilaporkan dugaan pencemaran nama baik.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Rismon mengajukan permohonan restorative justice (RJ) kepada penyidik di Polda Metro Jaya. Permohonan itu disampaikan melalui kuasa hukumnya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengonfirmasi pihaknya telah menerima pengajuan tersebut.

Sebelumnya, Rismon dikenal sebagai salah satu tokoh yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada. Ia bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dr Tifa melakukan penelitian.

Hasil penelitiannya yang kemudian dituangkan dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper. Buku tersebut memiliki lebih dari 700 halaman dan berisi analisis dari masing-masing penulis.

Rismon mengaku menulis sekitar 180 halaman yang berisi kajian dari sudut pandang digital forensik. “Tulisan kami dibuat secara independen, masing-masing penulis memiliki analisisnya sendiri,” ujar Rismon sebelumnya.

Setelah buku tersebut terbit, Rismon mengaku melakukan penelitian tambahan terkait dokumen yang sebelumnya yang dianalisisnya. Dari hasil penelitian lanjutan itu, ia menyimpulkan tidak ditemukan manipulasi digital pada ijazah Jokowi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan di balik pengajuan restorative justice dalam kasus yang sedang berjalan. Polemik terkait ijazah Jokowi sempat menjadi perhatian publik dan memicu berbagai perdebatan di ruang publik.

Kasus tersebut kini ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya dan masih dalam proses hukum. Pertemuan antara Rismon dan Jokowi di Solo pun menambah perhatian masyarakat terhadap perkembangan kasus ini.

Ia bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dr Tifa melakukan penelitian yang kemudian dituangkan dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper. Buku tersebut memiliki lebih dari 700 halaman dan berisi analisis dari masing-masing penulis.

Rismon mengaku menulis sekitar 180 halaman yang berisi kajian dari sudut pandang digital forensik. “Tulisan kami dibuat secara independen, masing-masing penulis memiliki analisisnya sendiri,” ujar Rismon sebelumnya.

Setelah buku tersebut terbit, Rismon mengaku melakukan penelitian tambahan terkait dokumen yang sebelumnya yang dianalisisnya. Dari hasil penelitian lanjutan, ia menyimpulkan tidak ditemukan manipulasi digital pada ijazah Jokowi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan di balik pengajuan restorative justice dalam kasus yang sedang berjalan. Polemik terkait ijazah Jokowi sempat menjadi perhatian publik dan memicu berbagai perdebatan di ruang publik.

Kasus tersebut kini ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya dan masih dalam proses hukum. Pertemuan antara Rismon dan Jokowi di Solo pun menambah perhatian masyarakat terhadap perkembangan kasus ini. (HBM)