Wakil Ketua MK Saldi Isra akan Laporkan sang Sahabat Denny Indrayana ke Polisi, Seriuskah?

Sabtu, 17 Juni 2023 00:06
Denny Indrayana dan Saldi Isra, saat demo di Yogyakarta, tempo dulu. (Foto: @dennyindrayana @dennyindrayana

HELOINDONESIA.COM - Prof Denny Indrayana terus-terusan menyuarakan tentang kecurigaannya terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) diduga memenangkan penggugat yang menginginkan sistem Pemilu proporsional tertutup.

Denny Indrayana mengaku mendapat bocoran, yang disebutnya sebgai sumber A1. Saat itu dia mengaku bocorannya itu menyebutkan komposisi hakim MK perbandingannya 6 : 3 akan meloloskan sistem pemilu proporsional tertutup.

Namun, setelah putusan MK dibacakan Kamis 15 Juni, ternyata putusan MK malah menolak permohonan penggugat yang minta sistem pemilu proporsional tertutup.

Setelah pembacaan putusan MK tersebut, maka Wakil Ketua MK Saldi Isra akan melaporkan Denny Indrayana ke polisi terkait pernyataanya yang mendapat bocoran tentang MK akan meloloskan permohonan penggugat sistem pemilu proporsional tertutup.

Baca juga: Stadion Mattoanging Terkendala Lahan, Stadion Barombong Mangkrak 12 Tahun, PUPR Siap Cawe-cawe

Seriuskah itu? Pertanyaan itu dimunculkan karena Prof Denny Indrayana dan Prof Saldi Isra adalah dua orang yang bersahabat. Bahkan, menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, bahwa Denny Indrayana adalah co-promotor Saldi Isra saat dia studi S3 tentang hukum tata negara di UGM.

Hal itu disampaikan oleh Refly di Podcast-nya, yang mengungkap persahabatan Denny Indrayana dan Saldi Isra. Refly dalam hal ini membahas tulisan Denny Indrayana di Twitter berjudul Four Musketeers (Empat Tokoh Musketeers).

Tiga sahabat yang ketiganya pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, Refly harun, Zainal Arifin Mochtar, saat acara di Blok M Jaksel. (Foto: @dennyindrayana)

Keempatnya adalah Saldi Isra, Denny Indrayana, Refly Harun, dan Zainal Arifin Mochtar. Menurut Refly Harun, yang paling tua Saldi, lantas dirinya, kemudian Denny, yang termuda Zainal Arifin Mchtar, alias Uceng.

Mereka berempat adalah Doktor ilmu hukum tata negara. Geng UGM juga, Saldi Isra kini Hakim Konstitusi di MK, Denny Indrayana dosen, Zainal Arifin dosen yang juga menjadi tim Menko Polhukam Mahfud MD, Refly dosen dan pengacara.

Baca juga: Jokowi Panggil Anak Buahnya Antisipasi Buruknya Kualitas Udara di Jakarta

Yang terbaru, Denny Indrayana memamerkan foto persahabatannya dengan Wakil Ketua MK Saldi Isra, saat masih mau turun ke jalan untuk demo. Dia menuliskan singkat.

“Hari ini saya dapat "bocoran" foto dari rekan Hasrul Halili, dosen hukum UGM (paling kanan), yang mengirimkan foto saya dan sobat Saldi Isra Ketika demonstrasi menolak PP 37 Tahun 2006, di Yogyakarta. Coba tebak, apa tulisan di ikat kepala hitam saya?” tulis Denny Indrayana (akun @dennyindrayana).

Sebelumnya, pada Kamis 15 Juni 2023, Dennya menulis dengan judul Four Musketeers tersebut. “Pagi ini, di tengah fokus seluruh mata terarah ke MK, menunggu putusan soal sistem pemilu legislatif, saya ingin berbagi cerita yang lebih ringan, humanis, tapi tidak kalah penting,” katanya.

“Ini soal persahabatan. Foto yang terlihat adalah saya, Dr. Refly Harun, dan Dr. Zainal Arifin Mochtar,” ujar Denny.

Baca juga: PSI Klaim, MK Tolak Gugatan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Berkat Buah Perjuangannya

Kalau di foto itu hanya bertiga, menurut Denny Indrayana, dulu berempat, yakni yang satu lagi adalah Saldi Isra.

“Dulu bukan hanya bertiga, kami sering berempat dengan Prof. Dr. Saldi Isra, sering bersama dalam banyak forum diskusi, offline maupun online. Kami malah sempat punya grup WA hanya berempat. Kami berempat diikat oleh perhatian pada dua kata kunci yang sama: konstitusi dan antikorupsi. Tidak jarang kami menulis kolom di satu harian bersamaan,” katanya.

Denny melanjutkan tentang pokok bahasan dari disertasi ketiga sahabatnya itu. “Saya sempat ikut membaca draft disertasi ketiga sahabat itu, Prof. Saldi soal proses legislasi, Dr. Refly soal pemilu, dan Dr. Zainal soal komisi independent,” ungkap Denny.

Sejak Prof. Saldi mengemban amanah sebagai Hakim Konstitusi, menurutnya, sudah sangat jarang berkomunikasi, kecuali sekali dua bertukar pesan WA saat lebaran, misalnya. Kami menghormati dan menjaga etika hakim konstitusi yang terbatas bertemu dengan para pihak yang berperkara di MK.

Etika dan integritas itu sangat penting dijaga, sehingga persahabatan dan komunikasi kami pun terpaksa "dikorbankan".

“Hari ini, … setelah putusan dibacakan, Prof. Saldi akan memberikan konferensi pers MK soal pernyataan saya terkait sistem pemilu, yang sempat viral dan mendapat berbagai tanggapan. Saya hanya ingin katakan, kehormatan MK harusnya bukan ditentukan oleh satu cuitan saya di social media,” kata Denny.

Kehormatan MK, lanjutnya  sebenarnya ditentukan oleh MK sendiri, tentu melalui profesionalitas dan kualitas putusannya yang berkeadilan, serta melalui etika moralitas para hakim konstitusi yang berderajat Negarawan.

“Kita simak apa putusan MK hari ini. Satu misteri bagaimana putusan akan terungkap. Soal misteri lain, siapa sumber kredibel yang memberikan informasi  kemungkinan putusan MK kepada saya, biarkanlah hanya kami, dan Tuhan yang tahu,” tulisnya dengan diakhiri titi mangsa Melbourne, 15 Juni 2023.

Jadi, seriuskah Prof saldi Isra akan melaporkan Denny Indrayana yang juga sahabatnya itu ke polisi, terkait bocor-membocorkan putusan MK? Kita tunggu. (*)

(Winoto Anung)

Berita Terkini