Helo Indonesia

Mengenal Cara Diet ala Intermittent Fasting, Benarkah Ampuh untuk Menguruskan Badan?

Restiyan Ningsih - Ragam -> Kesehatan
Jumat, 11 Oktober 2024 21:41
    Bagikan  
Ilustrasi
freepik

Ilustrasi - Mengenal Cara Diet ala Intermittent Fasting,

HELOINDONESIA.COM - Intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten adalah pola makan yang berfokus pada waktu makan, bukan jenis makanan.

Alih-alih membatasi jenis makanan tertentu, IF mengatur waktu di mana kita boleh makan dan puasa. Dengan kata lain, kita akan bergantian antara periode makan dan periode puasa dalam jangka waktu tertentu.

Mengapa Intermittent Fasting Populer?

IF semakin populer karena beberapa alasan, di antaranya:

Penurunan berat badan: Banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan IF karena mengurangi total kalori yang dikonsumsi.

Peningkatan kesehatan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan otak.

Kefleksibilitas: IF menawarkan fleksibilitas karena tidak mengharuskan kita menghitung kalori secara ketat.
Jenis-jenis Intermittent Fasting

Baca juga: Mirza-Jihan Sudah Siap Debat Calon Gubernur

Ada beberapa metode IF yang umum dilakukan, antara lain:

The 16/8 Method: Puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
Eat-Stop-Eat: Puasa selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu.
5:2 Diet: Makan normal selama 5 hari dan membatasi kalori menjadi 500-600 kalori selama 2 hari tidak berurutan.

Cara Memulai Intermittent Fasting

Pilih metode yang sesuai: Pilih metode IF yang paling cocok dengan gaya hidup Anda.

Mulai perlahan: Jika Anda baru memulai, mulailah dengan metode yang lebih mudah seperti 16/8.

Tetap terhidrasi: Minum air putih yang cukup selama periode puasa.

Perhatikan sinyal tubuh: Dengarkan tubuh Anda dan jangan memaksakan diri jika merasa tidak enak badan.

Konsultasikan dengan dokter: Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai IF.  

Manfaat Potensial Intermittent Fasting

  • Penurunan berat badan: Membantu membakar lemak dan mengurangi nafsu makan.
  • Peningkatan sensitivitas insulin: Membantu mengatur kadar gula darah.
  • Perlindungan terhadap penyakit: Mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.
  • Peningkatan kesehatan otak: Meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari kerusakan.

Penting untuk Diingat

IF bukan untuk semua orang: IF mungkin tidak cocok untuk wanita hamil, menyusui, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Nutrisi tetap penting: Meskipun IF fokus pada waktu makan, pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan yang bergizi selama jendela makan.

Konsultasikan dengan profesional: Jika Anda ingin mencoba IF, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan panduan yang lebih tepat.

Intermittent fasting adalah salah satu pendekatan diet yang populer dan dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Namun, penting untuk memilih metode yang tepat, memulai secara perlahan, dan memperhatikan kondisi tubuh Anda. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum memulai program diet baru.