Helo Indonesia

Ethnowllness Nusantara Menuju Pembuktian Ilmiah

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
Rabu, 21 Mei 2025 19:53
    Bagikan  
Industri Pariwisata
Foto: tangkapan layar

Industri Pariwisata - Industri spa wellness ini harus terus ada dan berkesinambungan. Supaya spa ini bisa berjalan tentunya melihatnya dari segi revenue.

HELOINDONESIA.COM - Etnowellness ternyata sudah menuju pada pembuktian empiris. Karena etnowellness ini tak hanya ada di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan negara di dunia.

Ketika bicara mengenai etnowellness Indonesia menuju pembuktian empiris, ada beberapa pembuktian ilmiah tentang etnowellness di dunia, termasuk di Indonesia.

"Jadi kalau ngomongin wellness fokusnya itu biasa mengenai salah satunya adalah massage," papar dr Erven Gustiawan Suwanto, dari PDSI (Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (21/5/2025).

Massage spa ini, menurutnya, memang dikembangkan oleh teman-teman di Indonesia Wellness Master Association (IWMA).

Baca juga: Tim Voli Bhayangkara dan Popsivo Mendapat Apresiasi, Kapolri: Terus Bawa Harum Nama Institusi

Ethnowllness ini menggunakan kombinasi teknik berbagai nama di beberapa negara.

"Jadi overlap," tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, di beberapa negara ada namanya Swedish massage, Triggerpoint Terapy, Myofascial Release, Thai Massage (Thailand), accupressure, active release, joint mobilization dan netral mobilization.

Kalau dilihat pendekatannya itu terdiri dari adanya sentuhan yang sifatnya affective.

"Jadi ada empati. Ditambah lagi ada faktor mekanis. Karena ada pijatan. Pijatan itu sesuatu yang fisik, sifatnya psikososial, di situ termasuk budaya," ujarnya.

Baca juga: Kegiatan Bermanfaat, Ketua Dekot Nasirman Chaniago Tegaskan Kecamatan dan Kelurahan Gelar Penguatan Lembaga Kemasyarakatan

Karena itu, ketika mengangkat istilah etnowellness, tiap daerah mungkin beda-beda.

"Variasi ya masing-masing. Tiap negara juga berbeda-beda. Yang terpenting ada faktor ilmiah terkait bahwa terapi seperti ini bisa dikaitkan dengan bukti-bukti medis," terang dokter keluarga angkatan pertama di Unpad ini.

Framenya kalau diungkap dengan nyeri misalnya, dia menstimulasi saraf-saraf, serat-serabut saraf afferent yang mengantar sinyal dari pinggir ke sistem saraf pusat.

Di situ ada serat A Delta, A Beta dan C. serat saraf kita itu dan ini memicu rangsangan mekanis kontekstual.

Baca juga: UKM Bola Basket Gelar Kejuaraan 3 X 3 Piala Rektor USM

"Juga ada peran dari mekanisme saraf kita yang akhirnya membantu mengurangi nyeri," tandasnya.