Helo Indonesia

Seorang Mahasiswi Ditangkap di Iran Setelah Menanggalkan Pakaiannya di Depan Umum

Satwiko Rumekso - Lain-lain
Minggu, 3 November 2024 13:19
    Bagikan  
Protes Cara Berpakaian
Istimewa

Protes Cara Berpakaian - Mahasiswa protes cara berpakain terlalu ketat dengan melepas pakaian

HELOINDONESIA.COM - Seorang wanita Iran telah ditangkap setelah dia menelanjangi sebagian tubuhnya di sebuah kampus universitas, dilaporkan sebagai protes terhadap aturan berpakaian yang ketat setelah dia dilecehkan secara fisik oleh petugas keamanan karena mengenakan jilbabnya secara tidak benar, menurut Amnesty Iran.

Video yang beredar di platform media sosial X, difilmkan oleh mahasiswa lain di sebuah ruang kelas yang menghadap kampus Universitas Islam Azad Teheran, telah menarik banyak perhatian daring, dengan banyak orang memuji wanita itu atas "keberanian" dan "keteguhan hatinya".

Tidak ada informasi lebih lanjut yang diungkapkan tentang identitas individu tersebut.

Dalam posting di X, Amnestry Iran mendesak pembebasannya segera dan tanpa syarat.

Baca juga: Ed Sheeran Memenangkan Banding Hak Cipta atas Lagunya Thinking out Loud.

Organisasi tersebut menyerukan perlindungan terhadap wanita tersebut dari "penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya" hingga ia dibebaskan dan menuntut agar ia diberikan akses kepada keluarga dan pengacara.

"Dugaan pemukulan dan kekerasan seksual terhadapnya saat penangkapan memerlukan investigasi yang independen dan imparsial," Amnesty menambahkan bahwa semua pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

Direktur hubungan masyarakat universitas Syed Amir Mahjoub mengatakan petugas keamanan menyerahkan mahasiswa itu ke polisi dan membantah adanya bentrokan fisik. Ia menambahkan bahwa penyelidikan awal mengungkap bahwa wanita itu menderita gangguan psikologis dan berada dalam tekanan berat.

Sebelumnya, beberapa sumber berita melaporkan wanita tersebut ditangkap oleh agen intelijen dan dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan.

Sebuah surat kabar lokal yang berafiliasi dengan universitas tersebut melaporkan bahwa dia telah dipindahkan ke rumah sakit jiwa.***