Helo Indonesia

Fakta Baru Terkait Ade Irma Suryani, 3 Dukumen Rahasia Amerika Ini Timbulkan Sejumlah Spekulasi

Satwiko Rumekso - Nasional
59 menit lalu
    Bagikan  
Ade Irma Suryani
IG Jacob Cass

Ade Irma Suryani - 3 Dokumen Rahasia terkait Ade Irma Suryani dari Amerika Serikat terungkap di Publik

HELOINDONESIA.COM -Dokumen rahasia Amerika Serikat terkait Ade Irma Suryani Nasution baru terungkap dan kembali menjadi perhatian publik. Tiga dokumen tersebut diunggah oleh konten kreator Jacob Cass melalui Indonesia Historical Archive yang mengangkat berbagai arsip sejarah Indonesia.

Ketiga dokumen itu merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dibuat pada 3, 6, dan 7 Oktober 1965. Isinya antara lain mencatat kondisi Ade Irma setelah tertembak dalam peristiwa penyerbuan ke kediaman Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution.

Kemunculan dokumen tersebut menarik perhatian karena memberikan catatan mengenai kondisi Ade Irma dalam beberapa hari setelah peristiwa 1 Oktober 1965.

Selama ini, Ade Irma Suryani dikenal sebagai putri bungsu AH Nasution yang menjadi salah satu korban dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Ade Irma lahir di Jakarta pada 19 Februari 1960. Ia tertembak ketika terjadi penyerbuan ke kediaman AH Nasution di Jalan Hasanudin, Jakarta, pada dini hari 1 Oktober 1965.

Dalam berbagai catatan sejarah, sekelompok pasukan datang ke rumah AH Nasution untuk menangkap sang jenderal. Nasution berhasil menyelamatkan diri dengan melompati pagar, sedangkan Ade Irma yang berada di sekitar ayahnya terkena tembakan.

Ade Irma kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perawatan. Ia meninggal dunia pada 6 Oktober 1965 dalam usia lima tahun.

undefined

Namun, tiga dokumen yang diunggah Jacob Cass memberikan catatan mengenai kondisi Ade Irma selama menjalani perawatan.

Dokumen pertama bertanggal 3 Oktober 1965 dengan klasifikasi RAHASIA dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa seorang teman Ibu Nasution baru saja datang dari rumah sakit. Ia kemudian menyerahkan kepada Ibu Nasution sebuah surat pribadi dari pejabat Kedutaan Amerika Serikat yang menawarkan bantuan medis bagi putrinya.

Ibu Nasution disebut sangat menghargai tawaran tersebut dan akan tetap berhubungan dengan pihak Kedutaan. Namun, kondisi Ade Irma saat itu disebut terlalu kritis untuk memungkinkan pemindahan.

undefined

Dokumen tersebut juga mencatat bahwa AH Nasution telah mengunjungi rumah sakit sehari sebelumnya.

Ketika pejabat Kedutaan menanyakan kondisi Nasution, teman Ibu Nasution menjawab bahwa sang jenderal "baik-baik saja" dan "akan sibuk."

Catatan kedua bertanggal 6 Oktober 1965 dengan klasifikasi KONFIDENSIAL.

Laporan yang dibuat pada pukul 09.30 itu menyebutkan bahwa seorang teman Ibu Nasution memberikan informasi bahwa Ade Irma masih hidup.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan adanya perhatian dari pihak Kedutaan. Seorang pejabat Kedutaan secara diam-diam menyediakan makanan untuk Ibu Nasution dan para dokter yang sedang berjaga di rumah sakit.

undefined

Dokumen itu juga mencatat kehadiran Ibu Nasution bersama suaminya dalam sebuah upacara penghormatan bagi para jenderal yang terbunuh serta ajudan Nasution yang disebut telah menyelamatkan nyawa sang jenderal.

Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa Ibu Nasution tidak mampu menahan tangis ketika berada di depan jenazah ajudan tersebut.

Sementara dokumen ketiga bertanggal 7 Oktober 1965 dan diterima pada 8 Oktober 1965.

Dokumen dengan klasifikasi KONFIDENSIAL tersebut berisi pesan dari Jenderal Taylor kepada Jenderal Nasution mengenai meninggalnya Ade Irma.

Pesan tersebut menyampaikan kabar duka atas meninggalnya putri Nasution yang disebut menjadi korban peristiwa tragis pada 1 Oktober.

"Saya baru saja menerima kabar duka mengenai meninggalnya putri Anda, yang menjadi korban peristiwa tragis pada 1 Oktober."

Jenderal Taylor dan istrinya kemudian menyampaikan belasungkawa kepada AH Nasution dan istrinya atas meninggalnya Ade Irma.

Rangkaian dokumen tersebut menunjukkan adanya catatan dari pihak Amerika Serikat mengenai kondisi Ade Irma sejak beberapa hari setelah penembakan hingga kabar meninggalnya putri AH Nasution.

Catatan pada 3 Oktober menyebut kondisi Ade Irma terlalu kritis untuk dipindahkan. Kemudian laporan pada 6 Oktober menyebut Ade Irma masih hidup pada pukul 09.30, sebelum dokumen berikutnya mencatat kabar meninggalnya pada 7 Oktober.

Temuan arsip tersebut kemudian mendapat beragam respons dari pengguna media sosial.

Sebagian warganet mempertanyakan siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa 1965. Ada pula yang menyoroti catatan bahwa Ade Irma ternyata masih hidup beberapa hari setelah tertembak.

Pertanyaan lain muncul mengenai hubungan antara keluarga Nasution dan Kedutaan Besar Amerika Serikat, terutama setelah diketahui adanya tawaran bantuan medis bagi Ade Irma.

Sejumlah komentar bahkan berspekulasi mengenai kemungkinan adanya kejadian lain selama Ade Irma menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, dugaan tersebut merupakan pertanyaan dan spekulasi warganet yang tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tiga dokumen tersebut.

Yang dapat dibaca dari dokumen yang diunggah adalah adanya catatan diplomatik Amerika Serikat mengenai kondisi Ade Irma pada 3 dan 6 Oktober 1965 serta pesan belasungkawa setelah kematiannya.

Kemunculan arsip ini memberikan tambahan bahan bagi penelitian mengenai rangkaian peristiwa 1965, khususnya mengenai kondisi Ade Irma sejak tertembak pada 1 Oktober hingga meninggal dunia pada 6 Oktober 1965.

Untuk memastikan konteks dan keaslian keseluruhan arsip, diperlukan penelusuran terhadap dokumen asli, koleksi arsip tempat dokumen tersebut tersimpan, serta sumber sejarah lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.****(AdiG)