HELOINDONESIA.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan bertanggungjawab langsung atas putusnya dua jembatan di wilayah Kabupaten Lumajang akibat hempasan banjir lahar dingin.
Gubernur Khofifah berkunjung di sana bersama Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengunjungi dua jembatan yang putus akibat serangan lahar dingin gunung Semeru Lumajang.
Dua jembatan itu masing-masing Jembatan Gantung Kaliregoyo di Desa Kebondelli, Dusun Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Jembatan ini memiliki panjang bentang 150 meter, dan lebar 2,25 meter dengan lebar lalu lintas 1,8 meter.
Baca juga: Khofifah Diunggulkan Sebagai Cawapres Anies, Pengamat: Kuat di Jatim Jangan-jangan Hanya Mitos
Kemudian Jembatan Mujur II/Kloposawit yang merupakan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Jembatan ini memiliki panjang bentangan 35,85 meter dan lebar 5,10 meter dengan lebar lalu lintas 4,75 meter.
Gubernur Khofifah memastikan bahwa rekonstruksi infrastruktur yang berdampak pada mobilitas masyarakat secepatnya akan dilakukan perbaikan.
Untuk itu, ia meminta seluruh pihak terkait agar proses rekonstruksi jembatan yang putus akibat banjir lahar dingin ini segera dilakukan.
"Jadi biasanya setelah masa tanggap darurat itu baru mulai rekonstruksi. Tetapi insya Allah kita tidak akan menunggu seleseinya tanggap darurat karena pada dasarnya proses dari desain jembatan itu masih ada filenya di tim PUPR," ujar Khofifah, Senin (10/7/2023).
Gubernur Khofifah menegaskan, untuk pengerjaan penanganan Jembatan Kaliregoyo dan Jembatan Kloposawit ini menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim. Penanganan kedua Jembatan akan segera diperbaiki.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Ajak Bahagiakan Para Lansia, Begini Fasilitas yang Diberikan
"Jadi untuk proses rekonstruksi penanganan dua jembatan ini menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim," tukasnya.
Sementara itu, untuk penanganan Jembatan Kloposawit akan dibangun jembatan bailey. Diharapkan jembatan bailey ini pembangunannya akan rampung dalam kurun waktu 2 bulan, karena pondasi jembatannya masih kokoh.
Selain itu, Khofifah menyampaikan terkait putusnya Jembatan Kali Glidik II yang menghubungkan Malang-Lumajang akan langsung ditangani Kementrian PUPR. Bahkan, proses rekonstruksi akan mulai dikerjakan hari ini.
“Untuk Jembatan Kali Glidik II pengerjaannya oleh tim PUPR dan anggaran juga dari PUPR. Selebihnya akan dikerjakan oleh Pemkab bekerjasama dengan BNPB di beberapa titik. Yaitu, Jembatan penghubung Limpas-Nguter dan Jembatan Kalibiru,” urainya.
Baca juga: Ini Daftar Pemain Voli Pelatnas Indonesia, Enam Putra Jatim Masuk Pelatnas Asian Games 2023
Tanggul jebol
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga meninjau lokasi tanggul jebol dan rumah warga yang terdampak di Dusun Kebondeli Selatan.
Untuk di wilayah Dusun Kebondeli Selatan berdasarkan data yang dihimpun di lapangan tercatat sebanyak 4 rumah rusak berat (terbawa arus), 4 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak ringan.
Sedangkan di Desa Kloposawit, Dusun Pacut tercatat sebanyak 1 rumah hanyut, 2 terendam, dan 2 rusak ringan.
Di kedua wilayah terdampak tersebut, sebagian besar warga mengungsikan dirinya di rumah sanak saudara dan sebagian lainnya ke posko pengungsian.
Untuk diketahui, di Dusun Kebondeli Selatan yang terhubung dengan Jembatan Gantung Kaliregoyo tercatat sebanyak 67 KK yang terbagi di 2 RT yakni Jobong dan Kajang yang semula terputus koneksinya sudah mulai terhubung.
Baca juga: Tanda-tanda Baik, Kunjungan Wisatawan Asing Jatim Melalui Juanda Segini Jumlahnya
“Distribusi logistik terus dikomunikasikan antara pak Bupati dan Pak Kades misalnya di mana titik-titik yang belum mendapatkan supply secara komprehensif. Jadi ada beberapa kebutuhan logistik yang harus terpenuhi," terangnya.
Menurut Khofifah, dengan makin banyaknya relawan yang bisa mendistribusikan logistik, maka percepatan layanan bagi masyarakat terdampak akan makin mudah.
“Makin banyak relawan yang membantu mendistribusikan, baik yang sudah dimasak melalui dapur umum atau logistik lain yang bisa dimasak di masing-masing rumah juga sama pentingnya untuk memberikan percepatan layanan kepada masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa khusus di wilayah Kebondeli Selatan sisi aliran lahar telah ditetapkan sebagai kawasan zona merah sejak erupsi Semeru. **