Helo Indonesia

Jateng-DIY Bersatu untuk Tuan Rumah PON 2032: Fasilitas Lengkap, Kulturnya Dapat

Ajie - Olahraga
Selasa, 17 Maret 2026 06:31
    Bagikan  
Jateng-DIY Bersatu untuk Tuan Rumah PON 2032:  Fasilitas Lengkap, Kulturnya Dapat

Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko (kiri) dan Sekum KONI DIY KMT A Tirtodiprojo melakukan salam komando didampingi para pengurus KONI

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dua kekuatan besar di jantung Pulau Jawa, KONI Jawa Tengah dan KONI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi merapatkan barisan untuk memantapkan pencalonan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032.

Pemantapan dilakukan kedua institusi olahraga itu di Rumah Makan Selasih Semarang pada Senin sore 16 Maret 2026. Pertemuan tindak lanjut setelah koordinasi awal di Yogyakarta 7 Maret lalu di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogya. Target utamanya jelas, membawa pulang pesta olahraga terbesar di Indonesia ke tanah Mataram.

Baca juga: Dari Bandung Gus Yasin Lepas Ribuan Pemudik asal Jateng Pulang Kampung

Pada pertemuan kedua kemarin, KONI Jateng giliran menerima kehadiran rombongan pengurus KONI DIY yang dipimpin oleh Sekretaris Umum KMT A Tirtodiprojo. Mereka diterima oleh Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko beserta jajaran.

Sekretaris Umum KONI DIY KMT A Tirtodiprojo mengungkapkan, pertemuan kali sudah mengerucut ke hal-hal detail persiapan pendaftaran tuan rumah PON 2032. Di antaranya ketersediaan venue, sarana dan prasarana, akomodasi, serta sumber daya manusia.

"Persiapan sudah mengerucut ke hal-hal detail bagaimana KONI Jateng dan DIY mempersiapkan pengajuan tuan rumah PON XXIII 2032. Semoga, upaya kita mendapat dukungan penuh dari para peminpin daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat sehingga bisa sukses," tambah Tirtodiprojo.

Lebih lanjut Tirtodiprojo menilai keunggulan kedua daerah tersebut sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari ketersediaan venue pertandingan, akses jalan yang berdekatan antarvenue, akomodiasi, hingga sumber daya manusia.

Ajukan Perpanjangan Pendaftaran

Selain itu, Jawa Tengah dan DIY dinilai memiliki kesamaan kultur dan kedekatan geografis yang memudahkan koordinasi dalam penyelenggaraan event berskala nasional. Berbagai destinasi wisata yang ada di kedua daerah tersebut menjadi nilai tambah yang dapat mendukung konsep sport tourism.

"Di Jogja saja sudah tersedia sekitar 20 ribu kamar mulai dari hotel bintang lima hingga tiga. Apalagi jika ditambah yang ada di Semarang dan Surakarta. Jadi, saya kira kita punya potensi yang besar untuk menjadi tuan rumah PON ke-23 tahun 2032 mendatang," kata Tirtodiprojo.

Baca juga: Wakapolri Komjen Dedi: Menulis Buku, Mematri Masa Depan Kepolisian

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan KONI Jateng dan DIY sudah bergerak menyiapkan dokumen pendukung pendaftaran pencalonan tuan rumah PON 2032.

Namun, kendalanya saat ini memasuki libur panjang Lebaran hingga 24 Maret sehingga pengurusan dokumen tertunda. Padahal, batas akhir pendaftaran dan pengumpulan dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032 ditetapkan pada 1 April.

"Semula, pendaftaran direncanakan ditutup pada 1 Mei. Namun, kemudian dipercepat menjadi 1 April. Itu jadi kendala kita karena waktu yang singkat ini juga terpotong dengan adanya libur panjang Lebaran. Jadi, dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032 baru bisa digarap setelah Lebaran," ujar Sujarwanto.

"Karena itu, kami akan mengajukan permohonan kepada KONI Pusat agar memperpanjang waktu pendaftaran. Kalau bisa kembali ke jadwal semula yakni 1 Mei atau kalau tidak dua pekan dari 1 April," imbuhnya.

Untuk lebih memantapkan persiapan pendaftaran pencalonan tuan rumah PON 2032, rencananya akan digelar pertemuan antara Gubernur Jateng dan DIY dalam waktu dekat. (Aji)