Helo Indonesia

Bukan Hanya Ajang Juara, Porprov Jateng 2026 Targetkan Geliat Ekonomi di Semarang Raya

Ajie - Olahraga
1 jam 38 menit lalu
    Bagikan  
Bukan Hanya Ajang Juara, Porprov Jateng 2026 Targetkan Geliat Ekonomi di Semarang Raya

Ketua Umum PB Porprov Jateng, Taj Yasin Maimoen saat memberikan keterangan pers di Co-Working Space kantor gubernur

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 yang dibuka 25 Oktober mendatang, tidak hanya menjadi panggung adu gengsi bagi para atlet berprestasi, tetapi juga menjadi mesin penggerak roda ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis perhelatan olahraga terbesar se-Jateng ini bakal memicu multiplier effect atau dampak ikutan bagi perekonomian di kawasan Semarang Raya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum PB Porprov Jateng, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa kehadiran belasan ribu atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan merupakan pasar potensial yang luar biasa bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga: Step into Your Own Adventure! FTIK USM Ajak Mahasiswa Baru Bertumbuh dan Berdampak

"Perputaran ekonomi kita berharap dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten/kota ini bisa menunjang ekonominya secara merata," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin saat konferensi pers yang dipandu Sekum KONI Jateng Budi Santoso di Co-Working Space Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu 21 Oktober 2026.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto, serta jajaran pengurus KONI Jateng.

Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026. Dibuka 25 Oktober di GOR Jatidiri Semarang, dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. Penyelenggaraan ajang ini juga didukung 3.571 perangkat pertandingan.

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di lima daerah, terdiri atas 42 hotel di Kota Semarang, 25 di Kendal, 18 di Salatiga, 13 di Kabupaten Semarang, dan delapan di Demak.

Selain akomodasi, Pemprov Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Taj Yasin mengatakan, pelaku UMKM diajak terlibat dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan, mana venue-venue yang ada di pertandingan atau penyelenggaraan selama Porprov ini,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.500 slot tiket gratis bagi masyarakat dilaporkan habis pada hari pertama dibuka.

Ndar Boy dan Pertelon Koplo

Pembukaan tersebut akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndar Boy, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Kehadiran mereka diharapkan menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Taj Yasin berharap kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur Alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Baca juga: Kiat Pakar RSUP Kariadi Lindungi Keluarga dari Ancaman Kesehatan Asap Karhutla

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng Urip Sihabudin mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di venue terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan pertandingan sebelumnya, termasuk cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

“Dampak ekonomi tentu akan kita hitung. Kita akan menghitung dampak ekonomi riil nanti untuk masyarakat kira-kira berapa dengan melibatkan instansi terkait,” katanya.

Rangkaian pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi api abadi Mrapen dari Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober. Api tersebut dijadwalkan dibawa berkeliling ke empat daerah sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober untuk menjadi bagian dari seremoni pembukaan. (Aji)