SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ratu lompat jangkit Indonesia, Maria Natalia Londa, tetap membuktikan sebagai yang terbaik, setelah medali emas pada hari kedua ajang Kejurnas Atletik Tingkat Nasional Jateng Open 2025 di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, Jumat 4 Juli 2025.
Bagi Maria Londa, ini emas keduanya di Jateng Open 2025. Pada hari pertama, dia meraih medali emas di nomor lompat jauh putri.
Baca juga: 47 Peserta Ikuti Workshop Penyusunan Kurikulum OBE Fakultas Hukum USM
Pada nomor lompat jangkit, pemegang rekornas dan PON yang memperkuat ASICS Running Club tersebut berhasil melompat sejauh 13,60 meter. Posisi kedua ditempati Vidya Ayu (Kabupaten Pati) dengan lompatan 11.82 meter, dan ketiga Eka Triamitha (Kabupaten Blora) dengan lompatan 11.08 meter.
Menurut Maria, lompatannya di Jateng Open ini sama dengan rekor PON miliknya sebelum PON 2024, karena di PON Aceh-Sumut lalu dirinya berhasil memecahkan dengan lompatan 13,75 meter.
''Senang juga bisa bersaing dengan generasi penerus saya di sini. Saya melihat, mereka punya potensi untuk maju,'' kata Maria yang berharap bisa tampil di SEA Games 2025, yang merupakan SEA Games terakhirnya.
Ditanya latar belakang tampil di Jateng Open? Peraih lima medali emas di SEA Games itu menjelaskan, meskipun sudah malang melintang di ajang Kejuaraan Asia Tenggara dan Asia, dirinya tetap tak pilah-pilih event. Baginya, Jateng Open tetap merupakan ajang bergengsi yang tak boleh dilewatkan.
''Saya juga sekalian memberikan motivasi bagi adik-adik yang bertekad meraih prestasi maksimal di atletik. Mereka punya kesempatan yang sama,'' tandasnya.
Sementara itu, tim Kota Surakarta tampil menggebrak dengan meraih medali emas di nomor estafet 4x100 meter putri. Menurunkan empat pelari terbaiknya, Nabila Juliana, Diva Devina, Angela Merici, dan Shava Salvia, Surakarta menjadi tercepat dengan catatan waktu 49.53 detik.
Medali perak diraih tim PASI Sleman dengan waktu 50,61 detik, dan perunggu 50, 68 detik.
Kota Surakarta juga menggaet emas di nomor lari 200 meter putri, ketika Angella Merici menjadi sprinter tercepat yang menyentuh finish dengan waktu 25,64 detik. Urutan kedua Dede Heti (PASI Ciamis/26.07 detik) disusul Alya Haliza (Kabupaten Bogor/27.02 detik).
Pada nomor estafet 4x100 meter putra, PASI Bandung berada di urutan pertama usai membukukan waktu 41,34 detik. Posisi dan ketiga, ditempati Samaratungga Surabaya (42.02) dan Universitas Negeri Jakarta (42,14).
Di nomor lempar lembing, Atina Nur Kamila, atlet Pelatda Jateng yang memperkuat Kabupaten Banyumas menjadi terbaik dengan lemparan sejauh 45.46 meter. Lemparan ini masih jauh di bawah rekornas dan PON miliknya yang dipecahkan di PON Aceh-Sumut 2024 yaitu 52,56 meter.
Medali perak dan perunggu direbut Siti Nazirah (PASI DKI Jakarta/44.72 meter) dan Lusia Felia (Club Ermas Track &FI/ 39.30 meter).
KLASEMEN SEMENTARA 10 BESAR JATENG OPEN 2025
(EMAS, PERAK, PERUNGGU)
1. KAB BEKASI (4-2-0)
2. KOTA SALATIGA (3-3-3)
3. PAPUA ATHLETICS CENTER (3-1-2)
4. PASI DKI JAKARTA (2-2-1)
5. PASI BANDUNG (2-1-2)
6. KOTA SURAKARTA (2-1-1)
7. KAB KUNINGAN (2-0-1)
8. ATLETIK BUMI SILIWANGI (2-0-0_
9.ASICS RUNNING CLUB (2-0-0)
10. PASI SLEMAN (1-2-0)
(Aji)