HELOINDONESIA.COM - Disebutkan dalam sebuah hadits dari Usamah bin Zaid, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.”
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya : “Itulah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan.
Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Tuhan semesta alam.
Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.”
(H.R. An-Nasa’i dan Ahmad).
Baca juga: Dahsyatnya Luar Biasa Jika Membaca Sholawat Jibril, Simak!
Bulan Sya’ban adalah Bulan Memperbanyak Puasa Sunah
Ini seperti disebutkan oleh kesaksian isteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, yang mengatakan:
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Artinya: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa yang lebih
banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Menparekraf Berharap Rakornas Pemasaran Pariwisata Hadirkan Multiplier Effect bagi Masyarakat
Bulan Sya’ban adalah Bulan Penuh Keberkahan
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang didoakan oleh Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam dengan keberkahan, selain bulan Rajab dan Ramadhan.
Di dalam sebuah hadits disebutkan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah
kami pada bulan Ramadhan.” (H.R. Ahmad).
Baca juga: Mantan Hakim Mk: Proses Politik Hak Angket Bisa Diskualifikasikan Gibran, Ini Syaratnya!
Bulan Sya’ban adalah Bulan Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi. Para ulama ahli tafsir berpendapat, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berisi perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam turun pada bulan Sya’ban.
Ayat tentang shalawat itu berbunyi:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُـوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya : “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam
penghormatan kepadanya”. (Q.S. Al-Ahzab [33] : 56).
Baca juga: SMKN Boarding dan Semi Boarding Jateng Buka Pendaftaran, Bakal Terima 777 Siswa
Untuk itu, pada bulan Sya’ban ini marilah kita memperbanyak shalawat kepada
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Keutamaan shalawat disebutkan di dalam hadits:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya : “Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula” (H.R. Ahmad).