Helo Indonesia

ULM Belum Terima Surat Resmi Terkait Pencabutan Gelar 11 Guru Besar

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 11 Juli 2024 18:30
    Bagikan  
11 Guru Besar ULM
Dicabut Gelarnya

11 Guru Besar ULM - Wakil Rektor I ULM, Iwan Aflanie. (ist/helokalsel)

BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) belum menerima surat dari Kemendikbudristek soal 11 Guru Besar Fakultas Hukum ULM telah dicabut gelarnya. Karena dugaan pelanggaran integritas akademik.

"Saya tadi pagi sudah cek ke Bagian Subag Umum dan Tata Laksana ULM, belum ada surat dari Kemendikbudristek," kata Wakil Rektor I ULM, Iwan Aflanie, Kamis (11/7/2024).

Pernyataan ini, disampaikan ke Iwan, terkait adanya berita di BBC News Indonesia bahwa 11 Guru Besar ULM sudah dicabut gelarnya. (BBC News Indonesia Selasa (09/7/2024), Pernyataan tersebut disampaikan Direktur SDM Kemendikbudristek, Lukman, yang menyebutkan bahwa 11 Guru Besar sudah dicabut gelarnya.

"Saya tegaskan, ULM belum menerima surat tersebut," tandas Iwan.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai berita yang dilansir BBC News Indonesia, nomor ponsel Biro SDM Kemendikbudristek Lukman juga tidak aktif. Bahkan SMS ke whatsapp ponselnya juga belum dibalas. 

Sebagai respons terhadap temuan adanya dugaan pelanggaran prosedur oleh 11 Guru Besar, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarmasin telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pelanggaran integritas akademik dalam proses pengajuan guru besar tersebut.

Berita ini pertama kali mencuat melalui podcast Bocor Alus Tempo, Sabtu (6/7/2024). Laporan lebih lanjut kemudian dimuat dalam Majalah Tempo edisi terbaru dengan judul utama "Skandal Guru Besar Abal-Abal" pada Ahad (7/7/2024).

Informasi tersebut membuat heboh komunitas akademis di Kalimantan Selatan karena adanya dugaan pelanggaran dalam proses pengangkatan 11 dosen menjadi guru besar.

Wakil Rektor I ULM, Iwan Aflanie, dalam tanggapannya kepada heloindonesia.com pada Senin (8/7/2024) mengatakan bahwa ULM telah membentuk tim internal untuk menyelidiki kasus ini dengan serius sesuai dengan arahan dari Kementerian. "Tim ini terdiri dari para ahli yang akan melakukan klarifikasi untuk memastikan kebenaran dari dugaan pelanggaran integritas akademik," ujarnya.

Iwan juga menambahkan bahwa proses investigasi ini akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dan keahlian dalam bidang ilmiah dan proses editorial jurnal untuk memastikan transparansi dan integritas dalam menangani kasus ini. "Dugaan kasus ini menjadi masukan dan introspeksi bagi Universitas Lambung Mangkurat," katanya.