Helo Indonesia

Harga Singkong Tak Kunjung Naik, Besok Ribuan Petani Serbu Pemprov-DPRD Lampung

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 12 Januari 2025 19:57
    Bagikan  
SINGKONG
Helo Lampung

SINGKONG - Flyer elektronik aksi para petani singkong (Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ribuan petani singkong dari berbagai kabupaten yang tergabung dalam Persatuan Petani Ubi Kayu (PPUKI) Lampung akan aksi menuntut janji kenaikan harga singkong ke Pemprov dan DPRD Lampung, Senin (13/1/2025).

Ketua PPUKI Lampung Dasrul menghimbau kepada seluruh Petani singkong yang akan ikut menyampaikan aspirasi ke Kantor Gubernur Lampung supaya tertib dan tidak anarkis. "Jika tak mematuhi, bukan kelompok kami," katanya.

LAMPUNG TIMUR

Beberapa hari lalu, Ketua Umum Paguyuban Petani Singkong Lampung Timur Maradoni mengatakan ribuan petani singkong akan ikut turun aksi besok (13/1/2025). Mereka sudah menyiapkan izin dan sarana angkutannya.

"Semua persiapan sudah final. Petani tinggal bergerak menuju pemprov dan dewan," ujar Doni. Target, mereka sudah bergabung dengan petani singkong Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji sudah berada di Pemprov Lampung pukul 10.00 WIB.

Terkait tuntutan petani, diantaranya agar Kejagung mengusut tuntas dugaan kejahatan ekonomi khususnya petani ubi kayu yang sudah berlangsung puluhan tahun. Dimana, pengusaha semena- mena membeli singkong petani dengan harga rendah dan hal itu merugikan petani.

Tuntutan lain, pemerintah secepatnya menetapkan harga maupun besaran potongan atau refpraksi yang berpihak ke petani. "Selama puluhan tahun, petani singkong terzolimi dan pengusaha merasa aman. Ada apa ini,"tegas Doni.

Lewat aksi damai, petani berharap pemerintah segera menetapkan harga ubu kayu baik di pabrik atau lapak milik pabrik.
"Kami berharap lewat aksi damai ada hasil yang kami bawa pulang yakni petani singkong di Lampung sejahtera," pungkas Maradoni.

MESUJI

Sebelumnya, PPKI kabupaten telah mengatakan rencana aksi ini. Kesepatan harga 29 pengusaha tepung tapioka malah makin membuat sengsara petani singkong, kata Ketua PPUKI Mesuji Kadek Kastiawan, Jumat (03/01/2025).

Pabrik makin semena-mena menghargai pembelian singkong. Kesepakatan harga singkong Rp1. 400/kg dengan rafaksi maksimal 15 persen sebatas di atas kertas. Kenyataannya di lapangan, jauh panggang dari api, katanya.

LAMPUNG UTARA

Kamis (12/12/2024), ribuan anggota PPUKI Lampung Utara menggeruduk DPRD setempat. Sejumlah pabrik tepung tapioka tak melaksanakan kesepakatan, kata Ketua PPUKI Lampung Dasrul ketika audiensi dengan DPRD Kabupaten Lampung Utara, Jumat (12/12/2024).

Usai pertemuan kepada Helo Indonesia, Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal membenarkan hasil surveynya, pabrik pengolahan singkong belum menerapkan harga sesuai kesepakatan di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024).

Rencana, kata Yusrizal, jika harga singkong belum juga berpihak kepada petani Lampung, maka mereka akan memperjuangkan nasibnya ke Senayan untuk bertemu dengan anggota DPR RI dan Presiden Prabowo. (Zen/Aan S/Khairuddin) 

 -