Helo Indonesia

Akibat Ditabrak Motor, Buruh Bongkar Singkong Pabrik, Menanti Uluran Tangan Dermawan

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 21 Januari 2025 16:50
    Bagikan  
Akibat Ditabrak Motor, Buruh Bongkar Singkong Pabrik, Menanti Uluran Tangan Dermawan

Korban tabrak motor/Foto: khairuddin

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Di ruang utama sebuah rumah sederhana Dusun IV Desa Labuhanratu Dua Kecamatan Way Jepara Lampung Timur, seorang pria dengan mengenakan celana pendek dan baju kaos tergeletak lemah dengan beralaskan tikar dan kasur tipis.

Dari luar rumah, terdengar ucapan salam sejumlah tamu. Mendengar suara salam, Siti Muntamah (37) yang tak lain suami M. Yusuf (40) pria yang tergeletak itu menuju pintu. Siti, begitu tetangga menyapa, terkejut menatap tamu yang datang rombongan kepala desa. Karena sempitnya ruangan, kades dan rombongan yang bertandang pada Selasa (21) sekitar 11.00 itu, tak canggung duduk di lantai.
"Saya bersama pamong datang ke sini menjenguk Mas Yusuf. Semoga Mbak Siti dan keluarga diberi kesabaran dan ketabahan,"ujar Kades Afrian memulai obrolan.

Dengan raut duka dan seakan tak percaya atas kedatangan orang nomor satu di desa itu, ibu dua anak itu hanya bisa tersenyum kecil dan berucap terima kasih.

Sejurus kemudian, Siti pun memulai cerita atas musibah yang menimpa M.Yusuf (40) sang suami. Sejak beberapa tahun silam, Yusuf jadi kuli bongkar singkong di salah satu pabrik tapioka Kecamatan Labuhanratu. Guna memenuhi kewajiban sebagai kepala rumah tangga, Yusuf dengan motor "butut" miliknya tak kenal panas dan hujan datang ke pabrik yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumahnya Desa Labuhanratu Dua Way Jepara. Profesi sebagai buruh bongkar singkong bukan pilihan bagi Yusuf. Tapi, karena tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah bagi dua anaknya, Yusuf pun mengais rejeki di pabrik tapioka itu.

Pada September 2024, sekitar pukul 19.00, Yusuf menunaikan pekerjaannya yakni membongkar singkong dari sebuah truk. Dengan beberapa lembar uang pecahan sepuluh ribu, ia pun berkemas untuk pulang. Dengan wajah sumringah, Yusuf menyimpan baik-baik uang hasil cucuran keringat selama seharian. Dengan motor tua, Yusuf pun menuju gerbang utama pabrik.

Nahas, saat hendak menyeberang jalan utama, tiba-tiba motor miliknya mendadak mati. Dan, tiba-tiba pula dari salah satu arah melaju kencang sepeda motor yang ditumpangi dua pria. Akibat kencangnya laju motor, pengemudi tak dapat menghindari motor Yusuf telah berada di seberang jalan. Tak ayal, motor yang ditumpangi dua pria itu menghantam motor buruh pabrik tersebut.

Akibat benturan keras, ketiganya terkapar di jalan raya. Akibat luka serius, salah satu penumpang meregang nyawa setelah mendapat perawatan. Sedangkan, Yusuf dan satu pengemudi menderita luka serius. Yusuf menderita patah kaki kiri dan terjadi penyumbatan otak.

Yusufpun menjalani operasi otak di dalah satu rumah sakit di Metro. Sedangkan kaki ysng patah mendapat pengobatan alternatif.
"Sampai hari ini belum ada perdamaian Pak. Keluarga yang nabrak pernah mau bantu. Karena nilainya nggak sesuai, kami tolak,"ujar Siti Muntamah sambil memangku anaknya.

Kini, hampir lima bulan Yusuf terbaring tak berdaya. Meskipun telah menjalani operasi, tulang punggung keluarga itu akan menjalani operasi tahap dua. Karena sudah berbulan-bulan berbaring, untuk makan minum keluarga itu bersumbet dari uluran tetangga. Lebih miris lagi, kondisi pria itu sangat lemah serta tampak linglung antara sadar dan tidak.
"Saya nggak tahu mau gimana kelanjutan anak-anak. Ini sudah lima bulan terbaring," ujar Siti berlinang air mata.

Kades Hali Afrian dengan wajah sedih berjanji akan menyelesaikan musibah yang menimpa warganya. Apa lagi keadaan ekonomi keluarga itu sangat sulit.
"Saya akan memanggil pihak pengendara yang menabrak. Kita berharap musibah ini bisa selesai dan Yusuf pulih dan kembali aktifitas untuk anak istri," ucap Afrian.
(Khairuddin)