LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pemkot Bandarlampung (Balam) mengeluarkan biaya tidak terduga (BTT) Rp2 miliar buat belanja operasional penanganan darurat di lokasi terdampak banjir. Dana tersebut untuk evakuasi, logistik, hingga pengadaan peralatan penanganan bencana.
Sekda Kota Bandarlampung Iwan Gunawan menyampaikan dana BTT akan dikoordinasikan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang langsung berhubungan dengan bencana alam.
"Namun, total dan rinciannya, masih dalam proses perhitungan. Kami akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan OPD untuk mengalokasikan penanganan kepada masyarakat," katanya, Sabtu (25/1/2025).
Banjir pada Jumat (19/1/2025) bukan saja merendam permukiman warga tetapi juga menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan sarana lainnya. Daerah terdampak banjir ada 17 titik di sembilan kecamatan.
Pemkot berharap bantuan Pemerintah Pusat mempercepat pemulihan infrastruktur dan warga terdampak banjir parah. "Kami juga membuat surat pengajuan status kedaruratan bencana kepada Pemerintah Pusat," katanya.
Setelah melakukan rapat koordinasi, Pemkot Bandarlampung segera mengeluarkan surat keputusan (SK) kedaruratan. Berdasarkan SK ini, status kedaruratan menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat memberikan bantuan ke daerah terdampak.
Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung sudah menyalurkan bantuan dari Kemensos kepada warga terdampak banjir berupa 300 kasur, 500 selimut,100 tenda gulung, 200 paket makanan sip saji,1000 paket lauk pauk siap saji, 500 paket family kid, dan 500 paket kidware. (Hajim).
-
