Helo Indonesia

Wali Kota Eva Eksekusi 2 Langkah Normalisasi Pascabanjir Way Lunik-Kali Belau

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 26 Januari 2025 09:42
    Bagikan  
BANJIR
Helo Lampung

BANJIR - Wali Kota Eva Dwiana usai meninjau kawasan banjir langsung eksekusi dua langkah besar normalisainya (Foto Kolase Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana langsung mengeksekusi langkah-langkah menormalisasi pascabanjir di Kota Bandarlampung. Ada dua langkah utamanya, yakni normalisasi aliran sungai dan membantu warga terdampak banjir.

"Ada rumah yang berada pada bibir sungai sehingga air tak jalan, mutar-mutar jadi penyebab banjir," ujarnya. Dia juga meminta perhatian adanya gorong-gorong Balai Besar yang luar biasa kecilnya tak sesuai debit air di Way Lunik.

Baca juga: Pemkot Balam Keluarkan Rp2 M dan Ajukan SK Kedaruratan Banjir

Baca juga: Pemkot Ganti KTP, KK, Akte Kelahiran, Hingga Ijazah Korban Banjir

Mulai Minggu (26/1/2025), Wali Kota Eva Dwiana memerintahkan jajarannya bergerak untuk pendataan kerugian warga terdampak banjir. Ada 20 kecamatan dipimpin OPD-OPD dan dikoordinir sekda dan para asisten.

Pemkot Bandarlampung juga akan fokus memperbaiki rumah-rumah warga terdampak banjir. Ada rumah yang berada di bibir sungai akan dirobohkan lalu dibangun kembali agar tak mengganggu aliran sungai.

Wali Kota Eva Dwiana mengeksekusi langkah-langkah tersebut setelah keliling meninjau kawasan terdampak banjir di Kelurahan Pesawahan (TBS) dan Kelurahan Kuripan (TBB), Kelurahan Kota Karang (TBT), serta Kelurahan Waylunik (Panjang), Sabtu (25/1/2025), pukul 16.00 hingga 18.46 WIB.

Dia berharap ada koordinasi yang baik antara warga dan pemerintah.

Baca juga: Helo Indonesia dan Mitra Berbagi dengan Warga 2 RT Korban Banjir Waylunik

Berdasarkan data BPBD Provinsi Lampung terkait rekapitulasi sementara masyarakat terdampak banjir di Kota Bandarlampung, dua kelurahan Kecamatan Telukbetung Selatan ada 1.904 rumah terdampak banjir.

Di Kecamatan Telukbetung Timur, ada 2.193 unit rumah yang terdampak banjir di enam kelurahan. Di Telukbetung Utara, ada lima kelurahan dan 448 rumah terdampak banjir

Di Kecamatan Panjang, dengan delapan kelurahan, ada tujuh terdampak banjir dengan 2.880 unit rumah yang terdampak banjir. Kecamatan Bumi Waras dengan jumlah total lima kelurahan, rumah yang terdampak banjir berjumlah 2.989 unit.

Di Kecamatan Kedaton, dari tujuh kelurahan, ada 318 unit rumah, 470 kepala keluarga, dan 1.082 jiwa terdampak banjir. Kecamatan Rajabasa, dari enam kelurahan, ada 339 unit rumah dan 1.265 jiwa yang terdampak.

undefined

Kecamatan Kedamaian, dengan jumlah kelurahan sebanyak tujuh kelurahan, ada dua kelurahan terdampak dengan 249 unit rumah dan 1.286 jiwa terdampak banjir. Kecamatan Way Halim, dengan tujuh kelurahan ada empat kelurahan terdampak dan 41 unit rumah dan 48 kepala keluarga, dan 147 orang yang terdampak banjir.

Kecamatan Sukabumi, dengan jumlah total tujuh kelurahan, ada empat kelurahan terkena banjir dengan 330 unit rumah yang terdampak banjir, dan 1.209 jiwa. Kecamatan Labuhan Ratu, yang memiliki delapan kelurahan, ada lima kelurahan terdampak banjir dengan 245 unit rumah yang terdampak. Lalu,

Kecamatan Sukarame, dengan jumlah total enam kelurahan, ada 368 unit rumah dan 1.367 jiwa terdampak banjir.
Kecamatan Tanjung Senang, dari lima kelurahan, ada 413 unit rumah terdampak banjir

Kecamatan Tanjung Karang Timur, dari lima kelurahan, ada 192 unit rumah dan 800 jiwa terdampak banjir. Kecamatan Enggal, yang memiliki lima kelurahan, ada 244 unit rumah terdampak banjir.( Hajim).

 -