Helo Indonesia

Demo Harga Singkong Hujan Batu, Mirza Yakinkan Massa Dirinya Peduli Petani

Senin, 5 Mei 2025 17:58
    Bagikan  
Demo Harga Singkong Hujan Batu, Mirza Yakinkan Massa Dirinya Peduli Petani

Massa sempat anarkis dan menuntut Gubernur Mirza langsung eksekusi harga dan tutup pabrik singkong (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menemui ratusan petani singkong dan mahasiswa yang menginginkan kepala daerah intervensi terhadap harga singkong yang saat ini tak sesuai dengan biaya produksi.

Sebagian pengunjuk rasa sempat gaduh dan anarkis memaksa Gubernur Mirza untuk memastikan harga dan menutup pabrik tepung tapioka di depan gerbang masuk Komplek Kantor Pemprov Lampung, Senin (5/5/2025).

Situasi makin panas saat ada sekelompok orang yang melemparkan batu dan benda lainnya ke aparat. Kepolisian yang berjaga langsung membentuk barikade untuk mencegah anarkis lebih parah dan berusaha meredam emosi massa.

Gubernur menyayangkan sikap sebagian pendemo yang menolak dialog terbuka. “Kenapa hari ini tidak mau diajak diskusi, Padahal ini bukan pertama kali kita buka ruang dialog," ungkapnya.

Ia menilai adanya indikasi adanya provokator yang mencoba menunggangi aksi. Pemprov Lampung menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpancing provokasi dan tetap menjaga aksi agar aksi tetap kondusifitas.

Gubernur Mirza mengatakan aksi sepihak bisa berdampak buruk bagi petani sendiri. “Kalau pabrik tutup, siapa yang akan beli singkong?" tanyanya. "Mari kita jaga bersama Lampung," pungkasnya.

Menurutnya, dirinya sejak awal telah berjuang keras membela kepentingan petani. "Jangan bilang saya tidak dukung petani singkong, keluarga saya juga terdampak dan saya sangat memahaminya," ujarnya.

Sebagian perwakilan pengunjuk rasa akhirnya bersedia berdialog di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur. "Pemerintah tidak memaksakan harga, tapi kita cari titik adil yang baik untuk semua pihak," katanya. .

Dia mengajak petani singkong dan mahasiswa melihat kondisi nasional dan internasional. Kalau pabrik tutup, siapa yang akan beli singkong? tanyanya. "Mari kita jaga bersama Lampung," pungkasnya. (Hajim)