Helo Indonesia

Penuhi Gizi Masyarakat, Baznas Jateng Sembelih 116 Sapi Kurban untuk Kornet

Minggu, 8 Juni 2025 14:05
    Bagikan  
Penuhi Gizi Masyarakat, Baznas Jateng Sembelih 116 Sapi Kurban untuk Kornet

Sekda Jateng Sumarno, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji dan Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad hadiri penyembelihan sapi kurban untuk olahan kornet.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa 116 ekor sapi pada Iduladha 1446 Hijriah. Guna memudahkan distribusi, daging hewan kurban itu diolah menjadi kornet.

Ketua Baznas Jateng, Ahmad Darodji mengatakan, pengolahan daging sapi menjadi kornet menjadi bentuk alternatif pemenuhan protein gizi masyarakat. Sebab, olahan kornet dinilai punya daya tahan lebih lama.

“Distribusi daging ini untuk peningkatan gizi masyarakat,” katanya saat acara penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu, 7 Juni 2025.

Baca juga: Rayakan Iduladha 1446 H, MAJT Sembelih 45 Hewan Kurban

Acara tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno mewakili gubernur.

Dari sisi distribusi, lanjut dia, olahan kornet juga lebih menghemat biaya transportasi, dibandingkan masih dalam bentuk daging beku.

Dalam kesempatan itu, Darodji mengatakan, secara kuantitas jumlah hewan kurban yang diterima Baznas Jateng tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, terdapat 88 ekor sapi kurban. Jumlah tersebut mampu diolah menjadi lebih dari 100 ribu kaleng daging kornet.

Produk itu diserahkan dalam bentuk puluhan ribu paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana alam dan warga kategori miskin. Selain itu juga disalurkan ribuan kepada warga di desa dampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng.

Pada tahun ini, lanjut Darodji, dari 116 ekor sapi kurban, diestimasikan mampu diolah menjadi 150 ribu -160 ribu kaleng daging kornet.

Ketua Baznas RI, Prof Noor Achmad mengatakan, pengalengan daging sapi kurban disasarkan juga ke wilayah 3T, yakni terpencil, terluar, dan tertinggal.

"Belum tentu saudara kita di sana merasakan daging. Sehingga daging kaleng merupakan hal mewah dan sangat bermanfaat," kata ketua PP MAJT itu.

Baca juga: Kecamatan Berdaya, Cara Jawa Tengah Merawat Asa Para Lansia

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno mengatakan, program pengolahan daging sapi menjadi kornet ini merupakan tahun kedua. Ia mengapresiasi dukungan Baznas untuk penanganan stunting, kemiskinan, dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

"Terima kasih atas dukungan Baznas. Masalah kekurangan protein masyarakat kita juga butuh perhatian. Anak-anak kita butuh konsumsi protein yang cukup," kata dia.

Dikatakan dia, inisiasi pengolahan daging kornet ini diharapkan menjadi solusi dalam pemerataan distribusi daging kurban untuk masyarakat. (Aji)