Helo Indonesia

Eva Terinspirasi Portal Figerprint KKN Unila Cegah Curamor dan Mobil Besar Jalan Lingkungan

Sabtu, 23 Agustus 2025 20:46
    Bagikan  
Eva Terinspirasi Portal Figerprint KKN Unila Cegah Curamor dan Mobil Besar Jalan Lingkungan

Wali Kota Eva Dwiana ketika mencoba portal figersprint (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ------ Wali Kota Eva Dwiana terinspirasi upaya pencegahan maraknya pencurian sepeda motor (curamor) dengan portal fingerprint setiap gang rukun tetangga (RT) yang dilakukan mahasiswa KKN Unila di Kelurahan Gunungsari, Tanjungkarang Pusat.

"Alhmdulillah ide kreatif ini sangat luar biasa, kerjasama antara mahasiswa KKN Unila dengan warga setempat," kata Wali Kota Eva ketika meninjau karya mahasiswa KKN tersebut pada Sabtu (23/8/2025)

Dikatanyanya, di Kota Bandarlampung, ada lima ribuan RT. "Bunda akan minta kepada ketua-ketua Rt dan warganya bekerjasama menciptakan rasa aman di lingkungannya dari pencurian sepeda motor, apalagi ada portal khusus sidik jari, malah makin nyaman," jelasnya.

Menurut Wali Kota Eva Dwiana, portal fingerprint menciptakan terobosan baru untuk mencegah terjadinya tindak pencurian bermotor. Warga bisa jadi lebih aman, katanya di belakang Depo Damri Stasiun PJKA Tanjungkarang.

Wali Kota Eva mengatakan ide tersebut bisa diterapkan di tempat lain. "Kita akan coba buat portal untuk mencegah mobil-mobil besar tidak masuk ke jalan lingkungan yang dapat merusak jalan," katanya.

Dia sudah melihat tiga portal figerprint yang dibuat mahasiswa bersama masyarakat Kelurahan Gunungsari. "Bunda rasa ini berhasil ya, mudah-mudahan di setiap RT bisa buat seperti ini," tuturnya.

Satriawan Kencana, salah seorang mahasiswa KKN mengatakan ide pembuatan portal fingerprint bermula dari keluhan warga atas terjadinya curanmor yang pernah dua sepeda motor hilang sekaligus dalam semalam.

Ketua RT lalu curhat masalah pencurian sepeda motor tersebut kepada para mahasiswa KKN. "Akhirnya, kami membuat tiga dari empat titik akses ke permukiman yang sudah dilengkapi dengan portal fingerprint, ditambah pemasangan kamera CCTV di beberapa sudut jalan," terang mahasisaa Jurusannya Teknik Elektro Unila itu.

Untuk pembuatannya, warga urunan (sumbangan) membeli alat fingerprintnya serta membuat portal dengan menggunakan besi. Mereka yang bukan warga setempat tak bisa membuka portal berfasilitas akses fingerprint tersebut.

"Jadi, kalau ada tamu, wajib lapor lebih dulu ke Pak RT agar bisa dibukakan portalnya dan masuk ke dalam lingkungan warga," kata Satriawan Kencana saat dikunjungi Wali Kota Eva Dwiana. (Hajim)

"Idenya dari pak RT kebetulan pas saya tanya dia jurusannya teknik elektro. Kalau saya membantu membuatkan kodingnya. Karena dia kurang paham katanya, yang susah buat kodingnya itu bisa berhari-hari, tandasanya.( Hajim).