Helo Indonesia

Rindunya Kehadiran Alun-Alun, Warga Serbu Masjid Raya Al Bakrie

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 15 September 2025 11:21
    Bagikan  
MASJID AL. BAKRIE
HELO LAMPUNG

MASJID AL. BAKRIE - Masyarakat sumringah menikmati kembalinya kehadiran alun-alun Masjid Raya Lampung Al Bakrie (Foto HBM/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Rasa rindu masyarakat akan hadirnya ruang terbuka akhirnya terobati. Sabtu (14/9/2025) sore hingga malam, halaman Masjid Raya Lampung Al Bakrie berubah menjadi lautan manusia. Warga datang berbondong-bondong, menikmati suasana alun-alun baru yang selama ini mereka nantikan.

Sejak matahari condong ke barat, wajah-wajah sumringah terlihat memenuhi kawasan masjid. Orang tua duduk santai sambil berbincang, anak-anak berlari riang, sementara remaja menikmati senja sambil swafoto. Suasana seolah menghadirkan kembali tradisi lama: alun-alun sebagai ruang kebersamaan dan titik temu warga kota.

undefined

Kehadiran ribuan pengunjung juga membawa berkah bagi banyak orang. Para pedagang kecil, mulai dari penjual makanan ringan hingga minuman segar, kebanjiran pembeli. Petugas parkir pun tak kalah sibuk, mengatur kendaraan yang membludak hingga meluber ke halaman luas kafe dan resto Angel’s Wing, yang aksesnya menembus Jl. Radin Inten II hingga Jl. Sriwijaya, tepat di depan masjid.

Hidupnya kembali kawasan ini terasa hingga ke ruko dan kafe di sepanjang Jalan Sudirman, Sriwijaya, Majapahit, sampai Tulangbawang. Meski Polresta Bandarlampung telah mengatur arus lalu lintas menjadi satu arah, kendaraan tetap merayap di jalan-jalan tersebut. Mobil tidak diizinkan masuk kawasan Enggal melalui Tugu Adipura, sementara sepeda motor masih bisa menyelinap melewati barikade jalan.

Di pelataran masjid, suasana kian hangat. Warga berjalan santai menyusuri ruang terbuka, sebagian duduk-duduk menikmati udara malam. Anak-anak tampak ceria bermain di area khusus yang disediakan pihak pengelola di sisi kanan masjid.

“Alhamdulillah, ramai,” ucap seorang petugas parkir sepeda motor sambil tersenyum lega, saat ditemui Helo Indonesia.

undefined

Jejak Nostalgia Alun-Alun

Bagi masyarakat Lampung, alun-alun bukan sekadar lapangan luas di tengah kota. Ia adalah ruang sejarah dan budaya. Dahulu, alun-alun Enggal di sekitar Tugu Adipura menjadi pusat keramaian. Tempat itu menjadi saksi berbagai acara besar, mulai dari pasar malam, pertunjukan rakyat, hingga upacara penting.

Namun seiring perubahan tata kota, alun-alun lama perlahan hilang dari ingatan. Ruang publik yang mestinya menjadi milik bersama makin terbatas, membuat masyarakat kehilangan tempat berkumpul.

“Kami ini sudah tua, masih ingat betul zaman dulu alun-alun Enggal ramai sekali kalau ada pasar malam. Anak-anak lari-lari, orang tua nonton ketoprak atau wayang kulit. Rasanya kota hidup sekali,” kenang Pak Subandi (67), warga Tanjungkarang yang sore itu datang bersama cucunya.

Kehadiran halaman luas Masjid Raya Al Bakrie seakan menghadirkan kembali romantisme lama itu: ruang terbuka untuk semua kalangan, tanpa sekat. “Sekarang bisa kumpul lagi di sini, seperti zaman dulu. Bedanya, sekarang cucu saya yang main,” tambah Pak Subandi sambil tersenyum.

Lebih dari Sekadar Tempat

Kembalinya suasana alun-alun ini bukan hanya soal tempat untuk bersantai atau berdagang. Ia menjadi simbol bahwa sebuah kota tak hanya dibangun dari beton dan aspal, melainkan juga dari ruang-ruang yang menyatukan warganya. Di sanalah cerita, tawa, dan kenangan baru lahir.

Alun-alun Masjid Raya Al Bakrie kini hadir sebagai denyut baru kehidupan kota, tempat masyarakat kembali merasa memiliki rumah bersama di tengah hiruk pikuk perkotaan. Sebuah ruang sederhana, namun penuh makna—tempat di mana kebersamaan menemukan panggungnya kembali.(HBM)