LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Kongres VIII Pewarta Foto Indonesia (PFI) bertema raya "Demokrasi Terjaga, Foto Jurnalistik Berdaya! Bersatu Untuk Masa Depan, Berjuang Untuk Harapan" di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jum'at-Ahad, 21-23 November 2025 dibuka Jum'at (21/11/2025).
Merujuk warta ketua pelaksana, Sopian, via situs resmi PFI medio Oktober lalu, forum konsolidasi dan pengambilan keputusan tertinggi ini, "mengundang Ketua dan Sekretaris 21 PFI Kota se-Indonesia untuk menyusun dan merumuskan kebijakan organisasi selama tiga tahun ke depan, sekaligus memilih Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal periode 2025–2028."
Terpantau dihelat sederhana penuh khidmat kebijaksanaan, ini tercatat kongres istimewa.
Lantaran selain oleh peserta latar pengurus 21 PFI Kota, unsur Dewan Penasihat PFI (Oscar Motuloh, Gino F. Hadi, Hendra Suhara, Hermanus Prihatna), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) PFI Adek Berry, Ketum-Sekjen PFI 2022–2025 Reno Esnir dan Hendra Eka, serta pengurus dan panitia.
Kongres dihadiri pula sosok istimewa, yang mendaratkan cetakan sejarah pertama PFI, praktis sejak PFI juga Dewan Pers berdiri: terpilihnya satu anggota PFI jadi anggota Dewan Pers 2025–2028 perwakilan unsur wartawan, cum Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, Maha Eka Swasta.
Dan di tubuh PFI, selain torehan sejarah Maha Eka Swasta, duet Reno Esnir dan Hendra Eka juga pencetak rekor sejarah duet pertama terpilih musyawarah mufakat sebagai Ketum-Sekjen PFI dua periode, 2019–2022 dan 2022-2025.
Putar memori, Kongres VII PFI 1-3 Desember 2022 silam juga pencatat sejarah pertama, helat kongres pertama di luar Jakarta. Di kongres bermitra pendukung Bank BTN, Bank Mandiri, Blue Bird, Sinarmas Land, dan XL Axiata itu; Ketua PFI Kota Tangerang Faisal R. Syam, tuan rumah, sibuk luar biasa dampingi ketuplak saat itu, Galih Pradipta.
Selain terpilihnya kembali duo Reno-Hendra, produk Kongres Tangerang yakni penetapan Pokja AD/ART diketuai Iqbal Lubis dengan sekretaris Adwit Pramono (PFI Makassar) dan tujuh anggota latar PFI Kota.
Dan keluarannya, dua buku baru luncuran, kerennya: tak diperjualbelikan, dapat dibaca gratis via situs PFI —bagian mulia komitmen PFI memenuhi khasanah literasi jurnalistik Tanah Air khususnya jagat fotografi berikut terbuka ruang pegiat fotografi urun rembug tulisan untuk dimuat di rubrik RANA situs.
Pertama, buku Pedoman Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UKPFI). Buah rembug ide 5 jam per pertemuan Sabtu berturut 4 bulan, tim penyusun (penguji UKPFI, pengurus PFI 2019–2022, Lembaga Pendidikan Antara) berisi aspek penerapan standar kompetensi Dewan Pers yang telah dikodifikasi dengan kaidah fotojurnalistik.
Serta Buku Saku Pewarta Foto, berisi aspek dasar pijakan awal fotografer pemula dan menengah guna selami dunia fotojurnalistik.
Penyusunnya pewarta foto Jawa Pos, Beky Subechi dibantu pengurus PFI Pusat Akbar Nugroho dan Hendra Eka.
Disamping itu, PFI yang sehari-hari ngantor di Lantai 5 Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih 32-34 Gambir, Jakarta Pusat, terakhir jua sukses helat mahakarya tahunan ajang penghargaan tertinggi untuk foto jurnalistik di NKRI dan tahun ini tahun ke-16, Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2025.
APFI 2025 di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, 25-30 April lalu ini disekaliguskan pameran foto dan diskusi fotografi dwitopik: kisah di balik foto penerima APFI (bersama dewan juri dan penerima anugerah), serta diskusi sinergi fotografi dan printing, berikut menyaksi sekitar 2.500an karya foto ratusan peserta terseleksi, 7 pemenang kategori.
Photo of The Year jatuh pada karya pewarta foto lepas Makassar, Iqbal Lubis, memotret imbas buruk hilirisasi nikel di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Untuk PFI Kota Award, Best Performance Award diraih PFI Solo, Best Management Award jatuh pada PFI Bandung untuk kinerja dan manajemen terbaik satu tahun terakhir.
Asa Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi, APFI 2025 dapat memantik pewarta foto terus meningkatkan kualitas karya, untuk bisa hasilkan produk jurnalistik makin bagus.
Tercatat menjadi kali terakhir hadir di acara PFI di ujung periodenyi memimpin, Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers 2022–2025 menjabat per 13 Januari 2023 pengganti Azyumardi Azra yang wafat, menekankan pentingnya peran jurnalistik foto dalam menyampaikan informasi dan mendorong perubahan di masyarakat.
Pengampu sejarah satu-satunya perempuan yang menjadi anggota Dewan Pers sekaligus perempuan pertama memimpin lembaga pelindung kemerdekaan pers di Indonesia itu bilang, kehadiran PFI bukan hanya mengenai jumlah orang, tapi jumlah karya disumbang bisa dirasakan masyarakat kita, memang.
Tinggi apresiasi Ninik ke PFI yang telah rawat jaga jurnalistik, pada konteks ekonomi media bisa saja hidup segan mati tak mau tapi jurnalistik foto takkan pernah mati. "Saya percaya!" injeksi Ninik menjulang.
Mengapresiasi balik Dewan Pers, juga PFI Solo dan mitra pendukung; Ketum Reno di pidato ucapan selamat, berharap foto-foto membanggakan penerima penghargaan itu bisa menjadi "medium perantara pesan ke publik dan pemerintah akan banyak hal penting, khususnya demokrasi Indonesia."
Balik ke Menteng, per agenda Kongres 2025 semirip 2022. Diintip Instagramnya sesuai pula, rundown hari pertama pembukaan dilanjut diskusi dan peluncuran buku Hukum dan Advokasi, Jum'at.
Lalu laporan pertanggungjawaban pengurus 2022–2025, rapat-rapat komisi, puncaknya pemilihan Ketum-Sekjen 2025–2028, tiga agenda hari kedua, Sabtu (22/11/2025). Dan diskusi Liputan Bencana dan Investigasi jadi helat pamungkas, Ahad (23/11/2025).
Terkait bursa kandidat, kendati sempat diperpanjang 1x24 jam dari tenggat batas waktu, seperti disitat dari warta Instagram PFI 7 November lalu, panitia kongres hanya menerima satu paslon tunggal pendaftar, duet calon ketum M. Dwi Pambudio, dan calon sekjen Galih Pradipta.
Panitia berharap betul partisipasi anggota PFI beri masukan dan informasi agar proses pemilihan dapat hasilkan keputusan terbaik.
Performansi Perdana Jun, Anak Yang Hilang
Dari Bumi Ruwa Jurai, Ketua PFI Lampung 2025–2028 produk Musda VI PFI Lampung di Bandarlampung 2 November lalu, Juniardi, juga teregistrasi peserta kongres.
Sesuai syarat kepesertaan, Juniardi yang kala lampau pernah menjadi bagian dari pengurus PFI Lampung periode pertama, bersemangat hadir bareng sekretaris.
Bang Jun, sapaan mantan wartawan desk hukum Lampung Post 2003–2011, Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung 2011–2014, Wakabid Pembelaan Wartawan PWI Cabang Lampung 2012–2022, kontributor sejumlah media nasional, anggota Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Lampung, Pimred Sinar Lampung per 2018, fungsionaris Pimred Club Lampung ini sebelumnya sempat empat bulan menjabat Plt. Ketua PFI Lampung.
Juniardi didapuk PFI Pusat lewat perintah penunjukan per 7 Juli 2025 menggantikan Ardiansyah Jambak, pewarta foto LKBN Antara Lampung yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Pria 50 tahun kelahiran Kota Metro, lengkap gelar Juniardi, S.IP., S.H., M.H, C.Med., kaya prestasi antara lain alumnus Magister Hukum Unila berpredikat cumlaude, wakili Lampung di Pertukaran Pemuda Antar Provinsi 1998, bagian alumni The Defence Leader 2010, Ketua Forum KI se-Indonesia per 2012–kini tersebut, terpilih aklamasi kemudian.
Sang penulis buku "Hak Anda Mendapatkan Informasi" yang dia tulis tahun kedua jadi Ketua KI Lampung, notabene juga Mediator alumnus pelatihan bersertifikat dari lembaga nirlaba dirian April 2002 pengampu visi pengembangan pola resolusi konflik bangun masyarakat demokratis, harmonis, hargai kemajemukan serta kesetaraan: Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT); sama tahun, 2012 silam ini, terpilih dalam forum konsolidasi dan pengambil keputusan tertinggi provinsi, Musda dirangkai Rakerda PFI Lampung 2025 di sekretariatnya, Ahad (2/11/2025).
Ketua pelaksana Musda dan Rakerda 2025, Arlius Rahman didampingi sekretaris Robby Mahesa melalui siaran persnya bilang, helat demokratis itu digelar hibrida luring daring. Sebagian peserta dari 13 pemilik suara sah, ikuti via Zoom Meeting.
Hasilnya terbelah dua. Hasil Musda, “Kami semua, anggota, pengurus, sepakat memilih dan menetapkan Saudara Juniardi sebagai ketua periode mendatang,” warta Arlius.
Hasil Rakerda, menetapkan ketua terpilih Juniardi sebagai formatur kepengurusan mendatang, persiapan Kongres PFI 2025, koordinasi persiapan pelantikan opsional (mandiri di Lampung atau di arena Kongres), pendataan dan rekrutmen keanggotaan, perpanjangan masa berlaku Kartu Tanda Anggota yang akan berakhir Desember ini.
Juniardi berseri, berterima kasih atas segala dukungan diberikan, dan ajak semua awak PFI Lampung solid. Sang ketua terpilih, juga hunus tiga program kerja mendesak. Yakni, penguatan kelembagaan, kaderisasi, dan peningkatan kapasitas profesi.
Asal tahu saja, diksi “pewarta foto” dibesut sebagai temukenali bagi individu wartawan foto yang karyanya menjadi karkhas produk jurnalistik. Selain memudahkan identifikasi, sekaligus membedakannya dengan jurnalis foto dan fotografer profesional umumnya.
Ketua terdahulu, Ardiansyah Jambak, lega. “Kita sama-sama majukan PFI,” tutur Ardi sapaan sosok ramah ini apresiatif, bertekad dukung habis dan majukan PFI.
H-2 jelang Kongres, Juniardi melalui taklimat media, menggarisbawahi kembali selaku garda terdepan sekaligus wadah utama ribuan pewarta foto se-Tanah Air termasuk di Lampung, PFI dengan program unggulan advokasi dan perlindungan, edukasi publik dan ekosistem fotojurnalistik di Tanah Air, serta peningkatan kompetensi anggota.
Terus memainkan peran sentral memajukan, melindungi, memperjuangkan kepentingan profesi pewarta foto di tengah tantangan era digital dan dinamika pers yang cepat.
"PFI juga berperan aktif dalam pemilihan anggota Dewan Pers dari kalangan pewarta foto, memastikan kepentingan dan sudut pandang visual terwakili dalam pengambilan kebijakan pers nasional. PFI terus perkuat ekosistem jurnalistik foto di Indonesia, pun termasuk kita di daerah," sambar dia.
Pendaftaran Anggota 2026 Tutup November
Ditinjau historiografinya, PFI per embrionik dideklarasikan 22 Maret 1992 dengan nama Focus. Lantas atas prakarsa pewarta foto media cetak di Jakarta yang prihatin dengan kekerasan fisik dan intimidasi aparat kala itu, lalu didirikan menjadi PFI 18 Desember 1998.
PFI dikonstruksikan dan kemudian manifes, menjadi senjata legal pewarta foto anggota guna memperjuangkan sedikitnya empat hal.
Yakni, memperjuangkan hak-hak kebebasan dan kemerdekaan pers dari campur tangan pihak non pers; melawan kriminalisasi pers; melindungi pewarta foto dari pelanggaran hak cipta dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI), tindakan kekerasan fisik pun mental; melindungi kerja-kerja jurnalistik; sekaligus mendorong kemandirian pers yang hakiki.
Secara portofolio telah hadir di 21 provinsi, kemudian bersama AJI, IJTI, dan PWI telah diakui negara melalui Dewan Pers, sekaligus merupakan salah satu konstituen Dewan Pers terdaftar SK Nomor 19/SK-DP/III/2020 selain di Kementerian Hukum (Kemenkum) via SK (saat itu bernama Kemenkumham) Nomor AHU-0000317.AH.01.08.Tahun 2020.
Teranyar PFI cetak sejarah pertama, salah satu anggotanya terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025–2028, Maha Eka Swasta.
Sebagai penyelia, pinjam dua kata senada makna, yaitu "galgah" yang viral di media sosial pascaunggahan TikTok biduan cum influencer Bunga Reyza 11 Mei 2025 buah ide spontan, laju mengagetkan dimasukkan jadi kosakata baru KBBI Daring VI oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Oktober 2025 kategori onomatope (tiruan bunyi, tak berakar etimologis, hasil kreasi pencipta) dan bersifat non baku, sebagai antonim (lawan kata) "haus", bermakna "(sudah) lega atau segar kerongkongan karena minum atau tidak dahaga."
Bentuk baku lawan kata haus sebelumnya, "palum" berarti "sudah puas minum" atau "hilang rasa haus" dientri per 2024 diadopsi KBBI dari asal kata satu rumpun bahasa Batak: bahasa Pakpak, daerah di Sumatra Utara. Di Kamus Pakpak-Indonesia karya Tindi Radja Manik (Bina Media Medan 2002), arti palum: "sembuh atau sembuh dahaga."
Nah demi agar pembaca galgah alias palum, PFI per 15 Oktober lalu mewarta membuka diri keanggotaan baru PFI 2026 mendatang. Sesuai nama, pendaftar wajib berstatus wartawan alias pewarta foto. Sayangnya, pendaftaran ditutup 10 November lewat.
Jalan panjang 27 tahun PFI seusia reformasi, kini dari 38 provinsi, 416 kabupaten, 98 kota se-Indonesia, hingga jelang HUT ke-27 pada 18 Desember mendatang, PFI Kota tersebar mulai dari Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Kepulauan Riau (Kepri), Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, Tangerang, Bandung, Bogor, Semarang, Solo, Yogya, Surabaya, Malang, Pontianak, Makassar, Palu, hingga Timika. Mereka para punggawanya terus menggelorakan Salam Fotografi! (Muzzamil)
