LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Masih belum hilang pilu hati, bergidik mendapati cuplikan video amatir detik-detik betapa semengerikannya bencana hidrometeorologi banjir bandang tanah longsor berikut cekam duka saat dan sesaat setelahnya, warga 49 kabupaten/kota tiga provinsi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, pada tragedi terparah lima warsa terakhir, 23 November 2025.
Semengerikannya: detik-detik hujan lebat imbas badai dahsyat siklon tropis Selatan Malaka genangi area terdampak, banjir bandang menerjang, material sampah hingga basah kering kayu gelondongan, bangunan, juga para manusia, binatang mulai dari anjing ayam harimau kucing kerbau sapi dan lainnya, hingga tetumbuhan turut terseret banjir sekian radius jauhnya.
Pekikan warga panik ketakutan menyayat minta tolong, jeritan takbir dan asma Allah bikin bulu kuduk merinding, sesiapapun hamba Tuhan bergidik bergetar depan layar gawai-gawai modern tempat meng-update setiap kabar demi kabar real time warga korban bencana, di media sosial.
Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkini mencatat, per Rabu (3/12/2025) pukul 14.00 WIB, jumlah korban tewas telah mencapai 753 jiwa, 650 orang masih dinyatakan hilang, 2.600 jiwa korban luka ringan, sedang, berat dan sedikitnya 2,1 juta warga mengungsi dari total 3,3 juta jiwa terdampak hingga kini.
Adapun dampak kerusakan infrastruktur di total wilayah terdampak, BNPB mencatat sedikitnya 3.700 rumah warga rusak ringan, 2.100 rusak sedang, 3.600 unit rusak berat.
Kerusakan fasilitas umum, per 30 November tercatat sedikitnya 133 fasilitas pendidikan, 133 jembatan dilaporkan rusak. Belum lagi fasilitas peribadatan, bangunan pasar-pasar tradisional dan modern, gedung-gedung pemerintahan, pun fasilitas publik lainnya.
BNPB selaku pengampu utama penanganan tanggap darurat bencana, terus bekerja 24 jam di lapangan bersama seluruh unsur TNI trimatra -- Polri, pemerintah daerah, Basarnas --kementerian/lembaga seperti Tagana Kemensos, Kementerian PU, Kemenkes, Kementan, Kemkomdigi, Kemenhut, lintas BUMN, dan para relawan kemanusiaan.
Rangkuman keterangan media, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Vasko Ruseimy Sutan Nagari Nan Sati, sejumlah bupati, Kepala Basarnas Aceh, Kalaks BPBD Sumut dan lainnya, mempermaklumkan.
fokus penanganan pada pencarian dan pertolongan korban, evakuasi warga, pemenuhan mendesak kebutuhan dasar pengungsi, dapur lapangan, pembukaan akses wilayah terisolir, percepatan distribusi logistik melalui darat maupun udara.
Sesaat usai kabar banjir bandang dan tanah longsor ini menonjok viral di media sosial, tersiar sampai belahan mancanegara, lalu sesontak pula tagar #prayforsumatera dan #prayforacehsumutsumbar, menggelegar.
Dari sesaat edar kabar, hingga saat warta ini naik siar, bala bantuan solidaritas dan donasi kemanusiaan multipihak merespons bala bencana memilukan yang wajib dicegah berubah menjadi krisis kemanusiaan ini terus mengular dan terus mengalir berdatangan.
Semua bersatu berlomba dalam kebaikan. Membuka palang donasi, menggalang pesan solidaritas, menyumbang uang hingga beras, menghimpun pakaian bekas layak pakai, menggratiskan makan minum pelajar dan mahasiswa rantau asal ketiga provinsi di restoran luar provinsi, dan seluruh ikhtiar gotong royong warisan agung adiluhung tak tergantikan dari para pendahulu bangsa. Bangsa paling dermawan di dunia. Ini.
Dilaporkan, lantaran dahsyatnya bentuk, dan skala kerusakan dan sulitnya medan, masih banyak warga penyintas bencana yang hingga 3 Desember ini masih terisolasi.
Masih banyak nenek renta, jompo, manula, kaum ibu, balita, belia dan remaja, tergolek lemah di pengungsian. Menggeletak keluh kelaparan. Masih banyak warga penyintas yang luka. Masih banyak warga yang hilang.
Diprediksi, jumlah korban yang tewas tak dapat terselamatkan juga terus berbilang.
Keluarga besar Helo Indonesia turut bela rasa, berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Mendoakan seluruh korban tewas diterima sebagai syuhada, diberikan tempat terbaik di sisi Allah Subhanallah waa Ta'ala.
Jua mendoakan seluruh korban luka segera pulih sediakala, seluruh korban hilang dapat ditemukan selamat segera, yang ditemukan tewas semoga menjadi syuhada-Nya.
Semoga yang tengah berjuang siang malam selamatkan sesama di 49 kabupaten/kota di tiga provinsi wilayah terdampak bencana, Allah berikan jua kekuatan berlipat ganda, keselamatan jiwa raga. Firman Allah dalam Surat Al Maidah ayat 32: "Barangsiapa menyelamatkan satu jiwa, seakan ia menyelamatkan seluruh manusia."
Salam Tangguh, Salam Solidaritas! (Muzzamil)
-
