Helo Indonesia

Menguatkan Kawasan TransmigrasiWaykanan Bersama Patriot UNDIP dan Bupati

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 9 Desember 2025 08:23
    Bagikan  
PATRIOT UNDIP
HELO LAMPUNG

PATRIOT UNDIP - Tim Ekspedisi UNDIP menyerahkan plakat kepada Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah

WAYKANAN, HELOINDONESIA.COM -- Pada 25 November 2025, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Waykanan melalui jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pengembangan kawasan transmigrasi berbasis riset, kolaborasi, dan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun selama hampir tiga bulan kegiatan lapangan.

undefined

FGD ini digelar di tengah komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan pembangunan kawasan transmigrasi secara terpadu. Hadir dalam forum ini Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah, perwakilan Dinas Transmigrasi, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas PUPR, serta pimpinan kecamatan dan desa dari wilayah transmigrasi.

Forum ini dirancang sebagai ruang temu gagasan, di mana analisis akademik dipertemukan dengan kebutuhan operasional pemerintah daerah.

Sejak Agustus 2025, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP telah melakukan pengumpulan data, wawancara mendalam, pemetaan komoditas, peninjauan infrastruktur, hingga identifikasi isu–isu strategis di kawasan transmigrasi Way Tuba, Buay Bahuga, Bahuga, dan Bumi Agung. FGD tingkat kabupaten ini merupakan tahapan penyelarasan untuk memastikan bahwa rekomendasi kebijakan yang akan dihasilkan selaras dengan arah pembangunan daerah.

undefined

Dalam pemaparan pembukanya, Nani Kitti Sihaloho, ketua Tim Ekspedisi Patriot UNDIP, menegaskan bahwa transmigrasi masa kini bukan lagi sebatas perpindahan penduduk, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi baru yang hidup dan berkelanjutan.

“FGD ini adalah ruang untuk menyatukan pandangan. Selama hampir tiga bulan kami turun ke Waykanan, kami melihat bahwa karet, padi, dan sawit bukan hanya komoditas. Tetapi fondasi ekonomi yang dapat diperkuat menjadi pusat produktivitas kawasan," kata Nani. 

Tantangan yang muncul di lapangan, katanya, mulai dari rantai pasok, akses sarana produksi, hingga kelembagaan petani membutuhkan intervensi lintas sektor. "Kami berharap rekomendasi yang kami formulasikan nanti mampu benar-benar menjembatani potensi lapangan dengan kebijakan pembangunan daerah," ujarnya. 

Bupati Waykanan, Ayu Asalasiyah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam membangun masa depan kawasan transmigrasi.

Pemerintah Kabupaten Waykanan menyambut baik kolaborasi dengan Tim Ekspedisi Patriot, katanya. Menurut dia, kawasan transmigrasi adalah bagian penting dari identitas pembangunan daerah, sehingga upaya penguatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan secara terukur dan berbasis data.

"Kami menaruh harapan besar bahwa hasil penelitian dan rekomendasi dari tim dapat memperkuat strategi pemerintah dalam mengoptimalkan komoditas unggulan, memperbaiki layanan dasar, serta menciptakan iklim ekonomi yang lebih kompetitif di kawasan transmigrasi," katanya. 

FGD juga membuka ruang bagi anggota tim untuk memaparkan temuan lapangan secara lebih detail. Muhammad Wildan Hanif, salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot, menyampaikan bahwa potensi ekonomi Way Kanan sangat besar, namun membutuhkan orkestrasi kebijakan yang tepat.

Selama proses peninjauan, Kepala Daerah melihat bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa berdiri sendiri. Ada isu rantai pasok yang belum optimal, distribusi pupuk yang tidak stabil, kelembagaan petani yang masih lemah, serta keterbatasan sarana produksi.

"Temuan-temuan ini kami rangkum menjadi analisis komprehensif yang akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan. Harapannya, kawasan transmigrasi Waykanan dapat berkembang menjadi ruang hidup yang produktif, mandiri, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya," katanya. 

Diskusi teknis kemudian berlangsung antara OPD dan Tim Ekspedisi Patriot, mencakup isu komoditas unggulan (karet, padi, dan sawit), tantangan infrastruktur dasar, penyediaan layanan pemerintah, keberlanjutan lingkungan, hingga penguatan peran kelembagaan desa dan kelompok tani. Forum berjalan dinamis, mencerminkan tingginya komitmen semua pihak dalam mendorong pembangunan transmigrasi yang semakin adaptif dan berorientasi masa depan.

FGD Kabupaten Waykanan ini menandai babak baru dalam perjalanan Ekspedisi Patriot UNDIP di Way Tuba. Dengan semakin terhimpunnya data, aspirasi, dan arah kebijakan, diharapkan rekomendasi akhir yang disusun mampu menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Wayjanan.  (Rls)