Helo Indonesia

4 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Warga Lampung, Satu Pernah Kuliah di Sini

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 11 Desember 2025 15:35
    Bagikan  
4 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Warga Lampung, Satu Pernah Kuliah di Sini

SELAMAT JALAN - Kini mendiang Novia, Yoga, Pariyem, Chintia, dan Nazaellya. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Pilu kabar, dari 22 jiwa terdiri 7 lelaki 15 perempuan korban tewas kebakaran maut gedung kantor Terra Drone Indonesia, Cempaka Baru Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), empat di antaranya berasal dari dan satu di antaranya pernah mukim studi Lampung.

Kepala RS (Karumkit) Polri, Brigjen Prima Heru, usai proses identifikasi melibatkan dokter Polda Metro Jaya hingga UI Jakarta terhadap 22 jenazah diterima pihaknya, selain khaturkan duka cita mendalam atas insiden ini, juga mengkonfirmasi dari total 10 jenazah pertama berhasil diidentifikasi per Rabu (10/12/2025) siang, dua dari Lampung.

Dan usai seluruhnya berhasil diidentifikasi, dipulasari di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, semua jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Info terhimpun, korban tewas pertama asal Lampung, yakni Novia Nurwana (28), ibu muda tengah hamil tua dikirka melahirkan Januari 2026, tewas bersama si bayi, usai kehabisan oksigen dan terjebak di lantai 5.

Mendiang Novia, karyawan PT Terra Drone Indonesia, korporat jasa pemetaan udara perkebunan sawit pengampu aplikasi "Terra Agri" ini, merupakan warga Lampung asal Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Alumnus S1 Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2015.

Korban tewas kedua, juga karyawan Terra, Yoga Valdie Yasser (28), asal Kota Metro. Kelahiran 9 Juli 1997, alumnus SMAN 1 Metro lalu 2015 lanjut ke Unsri Palembang, sebelum diterima bekerja. Yoga selain rupawan, dikenal supel, murah senyum, rajin salat.

Penelusuran, jenazah Novia, Yoga, dan Pariyem, terkonfirmasi telah dibawa ke Lampung, Rabu (10/12/2025) malam.

Ketiga, Chintia Leni Novaressa (29), paras manis warga Sidomulyo, Lampung Selatan.
Alumnus S1 Teknik Elektro FT Unila angkatan 2014. Ditelusuri di Digital Library Unila, judul skripsi Chintia yang lulus cepat 2019 silam, cukup mentereng yakni "Perancangan Sistem Telemetri Pada Inkubator Untuk Monitoring Detak Jantung, Berat Badan, Dan Panjang Bayi Berbasis Node Red."

Sejawat seperjuangan semasa sekampus, melalui unggahan pilu Rememberance Post Kabinet Akashma Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (Himatro) Unila 2025 di akun Instagram Himatro, membesut warta merta kehilangan nan teramat sangat dari segenap warga Himatro juga Alumni Teknik Elektro Unila (Altronila). Mereka juga kompak berdonasi belasungkawa.

Tewas keempat, Pariyem (31), alumnus Teknik Informatika FT Unila angkatan 2015, warga Lampung Barat. Pilunya, merujuk keterangan Sulaiman, tetangga yang temani kakak mendiang jemput jenazah Pariyem di RS Polri, diketahui Pariyem yang telah empat tahun ini bekerja di Terra Drone, sekaligus merupakan tulang punggung keluarganyi di Lampung sepeninggal ayahandanya.

"Iya dia tulang punggung keluarga, karena bapaknya sudah nggak ada, ibunya dah tua, sudah nggak bisa jalan jauh,” lirih Sulaiman, unggahan status WhatsApp Pariyem tengah makan siang jadi momen digital terakhir nan dapat keluarga intinyi saksikan. Selasa senja, nomor ponselnyi tidak dapat dihubungi lagi.

Korban tewas kelima, Nazaellya Tsabita Nurazisha (27) karib Acel, warga bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, alumnus S1 Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) angkatan 2016. Sedikit tomboi nun cerdas, kakak dua adik, si anak kost asal Jakarta ini tercatat alumni terbaik angkatan.

Adik Acel, Daffa (18) kepada pers, ditemui disela proses identifikasi dan pemulangan jenazah korban di RS Polri Kramat Jati, Rabu, menceriterakan percakapan terakhir: maut, sang ibu dan Acel yang tengah super panik ditengah kobaran api dan juga asap lantai 3, melalui sambungan telepon, Selasa pilu.

Daffa bilang, sang Mama dapat kabar Selasa, jam makan siang. Sang kakak menelepon super panik, mengeluh sulit bernapas, minta maaf, sambungan terputus.

"Minta tolong, kak, nggak bisa napas. Kakak di lantai tiga. Maaf ya, Ma, kalau kakak ada salah," kalimat perpisahan untuk selamanya itulah yang Acel ucapkan di ujung telepon. Usai matikan ponsel, sang Mama dan Daffa bergegas menuju lokasi. Naas, Acel tiada.

Tiba saat kobaran api telah padam, kepulan asap masih membumbung tipis dari dalam gedung, sang Mama pun Daffa pilu cemas sama sekali tak bersua Acel dan usai mereka saksikan "hampir lima belas kali saya lihat" kantong jenazah hilir mudik diturunkan para petugas evakuasi dibantu warga setempat.

Tak melihat batang hidung sang kakak, Daffa pun beranikan diri bertanya ke satu petugas. "Awalnya nunggu, katanya masih ada orang di atas. Tapi yang turun bukan kakak saya. Akhirnya saya berani nanya, ‘Pak, kakak saya gimana?’ Dijawab, ‘Udah nggak ada.’ Dari situ kami langsung ke rumah sakit," lirihnya.

Merujuk keterangan Karo Dokpol Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Brigjen Nyoman Eddy, korban atas nama Novia dan Yoga teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti.

Selain Unsri Palembang, sivitas SMAN 1 Metro, FT Unila, dan ITERA, berkabung.

#UnilaBerduka, ungkapan belasungkawa Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN.Eng, mengajak segenap sivitas untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa semoga ketiga almarhumah alumni diterima amal ibadahnya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin. Aamiin," takzim Rektor Lusy.

Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, kawat dukanya menghaturkan rasa turut kehilangan yang mendalam.

“Kami sangat berduka dan mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” tutur dia, Kamis (11/12/2025).

Demi mengetahui selain Acel yang tewas, dari 19 lainnya yang selamat terdapat lima alumni ITERA lainnya: empat lulusan Teknik Geofisika, satu lulusan Teknik Geomatika, Rektor berharap pemulihan para korban selamat dapat cepat dan optimal.

Rektor tak luput menyebut tragedi menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja terutama sektor industri risiko tinggi, dan mendorong investigasi menyeluruh pihak berwenang cegah kejadian berulang di masa mendatang.

“Setiap perusahaan harus benar-benar kedepankan prosedur keselamatan agar musibah seperti ini tak kembali terjadi,” tutur Rektor, doakan keteguhan seluruh pihak tegar hadapi musibah ini serta perlindungan terbaik bagi para penyintas.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, Dirut PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardana, Rabu, ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran, dipicu terbakarnya baterai di lantai 1 Selasa lalu itu sekira pukul 12.43 WIB lalu si jago merah bersegera merembet ke lantai di atasnya.

Di Lampung, selain turut sedih berkabung, Pemprov Lampung melalui Wakil Gubernur Jihan Nurlela akan berkirim tim investigasi sekaligus akan beri santunan. Pun Pemkab Lampung Selatan, sang bupati, Radityo Egi Pratama, senada akan beri santunan bagi keluarga mendiang Chintia Leni Novaressa.

Bisa jadi salah, dia korban: Novia dan Chintia sepertinya kelahiran November. Andai benar, November terakhir mereka di alam fana ini. Kini mereka juga lainnya telah berkebumi. Damai di alam abadi Sang Khalik.

"Maafin Novia ya, Novia sudah nggak ada sama bayinya," ujar pilu sesosok perempuan diduga famili mendiang Novia Nurwana, saat datang ke gedung DVI Ante Mortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Semoga seluruh korban jiwa diterima di sisi terbaik Allah SWT. Firdausy Jannati. Aamiin. (Muzzamil)