Helo Indonesia

TNI AU Latihan Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Simpang Pematang

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 11 Februari 2026 10:41
    Bagikan  
TNI AU Latihan Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Simpang Pematang

Pesawat helikopter ketika berusaha mendarat di JTTS ruas Simpang Pematang (Foto screenshoot)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI AU) mencoba landasan darurat pesawat tempur di Jalan Trans Sumatera (JTS) ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung, tepatnya di Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Rabu (11/2/2026).

Sejumlah helikopter milik TNI telah melakukan simulasi dan manuver saat lepas landas (take off) maupun mendarat (landing) untuk memastikan landasan darurat antara JTTS Kilometer 202 hingga Kilometer 239.

undefined

TNI bersama PT Hutama Karya selaku pengelola jalan tol memastikan sterilisasi jalur, pengamanan perimeter, hingga pengecekan struktur dan kelayakan badan jalan agar uji coba pendaratan lancar.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya menutup sementara mulai 9 Februari hingga 11 Februari 2026, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB Gerbang Tol Lambu Kibang (KM 202+036) hingga Gerbang Tol Simpang Pematang (KM 239+907).

Selama penutupan sementara Gerbang Tol Lambu Kibang hanya melayani kendaraan yang menuju arah Bakauheni. Sementara, Gerbang Tol Simpang Pematang hanya melayani kendaraan ke arah Palembang.

Kegiatan strategis ini rencana akan dihadiri Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI AU Toni Harjono, Menteri Pertahanan Syahpri Syamsudin, serta jajaran pejabat tinggi TNI AU lainnya. Kehadiran para pimpinan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur sipil dalam mendukung pertahanan negara.

Berdasarkan pengumuman resmi PT Hutama Karya, penutupan telah disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat dan pengguna jalan, sehingga tidak dilakukan secara mendadak. Meski demikian, kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di sejumlah titik alternatif.

“Apabila para pengemudi merasa terganggu atau terhambat dalam perjalanan, kami dari PT Hutama Karya menyampaikan permohonan maaf,” demikian pernyataan resmi pihak pengelola tol.

Uji coba ini menjadi bukti sinergi antara sektor pertahanan dan infrastruktur nasional dalam menjaga kesiapsiagaan negara, sekaligus menunjukkan bahwa ruas tol tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pertahanan dalam kondisi tertentu.
(Aan.S)