LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MHD Zaidi akhirnya menjelaskan tentang harimau yang jalan-jalan sore (hiling) ke perkebunan nanas PT. GGP di Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (13/2/2026).
Dari hasil survey, katanya, jejaknya sekitar 12 cm dan pola bujur sangkar. "Indikasi jenis jantan dewasa tunggal berusia 5 tahun," ujarnya kepada Helo Indonesia, Sabtu (14/2/2026). Selanjutnya, sedang didalami tim Rwsor RB, PT GGP, dan mitra PKHS.
MHD Zaidi mengatakan pihaknya mengambil empat langkah atau mitigasi:
1. Sosialisasi kepada pihak PT. GGP agar para karyawan tidak beraktivitas lewat dari pukul 16.00 WIB.
2. Petugas TNWK dan security PT. GGP akan menyelusuri area sekitar temuan jejak, apakah ada indikasi masih berkeliaran di areal perusahaan;
3. Menyiapkan sarana penghalauan berupa meriam;
4. Pemasangan camtrap oleh mitra PKHS untuk memastikan jenis kelamin, usia subjek dan memantau pergerakannya.
Selanjutnya, kata MHD Zaidi, pihaknya akan memasang camtrap untuk memastikan jenis kelamin dan perkiraan usia dan memasang papan peringatan agar warga berhati-hati berkegiatan di sore dan malam hari..
MHD Zaidi berharap harimau TNWK tidak seperti di TNBBS. Selama ini, harimau TNWK relatif hidup nyaman, nyaris tak pernah terdengar "ciluk ba" dengan petani sekitar kawasan hutan. (HBM)
