BANDARLAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Perusahaan Daerah (PD)Kebersihan Tapis Berseri Kota Bandarlampung yang mengelola sanitasi dan kebersihan kota dan bertanggung jawab atas pengelolaan air limbah domestik, pengolahan lumpur tinja (IPLT) di TPA Bakung
Direktur PD Kebersihan Tapis Berseri Kota Bandarlampung Zulfikri mengatakan selama bulan Ramadan 2026 ada peningkatan limbah domestik dari restoran, apalagi dengan adanya dapur MBG.
"Tidak bisa dipungkiri jumlah limbahnya meningkat drastis. Dan ini juga menambah jumlah pelanggan kita," terangnya, Rabu (11/3/2026) di ruang kerjanya.
"Namun seiring penambahan limbah, kami menghadapi kendala keterbatasan kapasitas kolam. Harusnya ada penambahan kolam untuk treatmen yang namanya Holding Tank Grey Water," tuturnya.

Untuk saat ini, kolam yang tersedia hanya pada optimalisasi unit penerima lumpur manual, dan root blower, rehabilitasi kolam anaerobik menjadi kolam aerasi, kolam fakultatif dan maturasi," katanya.
"Sementara penyedotan limbah domestik dan tinja dilakukan secara berkala melalui PD Kebersihan dan mitra, salah satu skala prioritas harus ada penambahan lahan untuk pengolahan limbah domestik," tuturnya.
Konsekuensinya kapasitas lahan harus kita tingkatkan juga, dengan penambahan kolam yang nanti limbahnya dapat diolah dengan treatmen bisa lebih baik lagi.
"Saat ini baru 4 kolam yang tersedia, untuk lebih maksimal kita membutuhkan 6 kolam," ujarnya. Kalau sekarang ini saja kolam yang ada sudah full, untuk menguras kita masih menggunakan sistem kolam manual.
"Kalau penuh kita kuras, hanya menyisahkan kadar minyak saja.apabila ada penambahan kolam grey water itu bisa menjadi treatmen dalam jangka panjang pengelolaan lumpur tinja," jelasnya.
" Alhamdulillah Bu Wali sangat respect, kita sudah melaporkan, dengan kondisi yang sudah mulai ada peningkatan pendapatan di PD Kebersihan Tapis Berseri, salah satunya dari dapur MBG," pungkasnya.( Hajim).
