Helo Indonesia

Langit Indonesia Diintip Satelit Tiongkok, Laut Dipantau Torpedo China

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 7 April 2026 12:34
    Bagikan  
MATA ELANG CHINA
HELO LAMPUNG

MATA ELANG CHINA - Peralatan observasi berbentuk rudal ditemukan di perairan Indonesia

HELOINDONESIA.COM -- Indonesia sepertinya dalam "mata elang" China. Setelah langitnya diintip satelit, lautnya pun dipantau peralatan observasi mirip torpedo. Ketahuannya, roket peluncuran satelit militernya melintas atmosfer Lampung terbakar membentuk bak bola api berekor atau meteor pada Sabtu (4/3/2026) malam.

Senin (6/4/2026), pukul 10.00 WIB, seorang nelayan bernama Arianto menemukan benda berukuran panjang 3,7 meter dan diameter 70 sentimeter yang diduga peralatan observasi berbentuk torpedo di 16 km utara perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Bola Api yang Melintas Lampung Roket Satelit Militer China

undefined

Karena benda asing yang menyerupai torpedo yang fungsinya diduga untuk mengintip potensi bawah laut Indonesia, benda tersebut kemudian ditarik dan dibawa ke pesisir pantai, kata Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, Selasa (7/4/2026).

Petugas juga menemukan label 'CSIC' di bagian badan benda tersebut. Di bagian bawah benda tersebut juga terdapat tulisan aksara China. AKBP Agus Purwanta mengatakan benda tersebut menguatkan dugaan sebagai perangkat teknologi kelautan China.

Menurut dia, setelah dicek menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T dan detektor radioaktif RIIDEye X, pukul 13.00 WIB, tidak ditemukan adanya indikasi bahan peledak maupun radioaktif.

CSIC merupakan singkatan dari China Shipbuilding Industry Corporation. Polisi menduga objek tersebut merupakan bagian dari kendaraan bawah air atau perangkat penelitian milik lembaga asing. 

Selanjutnya, benda itu diamankan dan diserahkan ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penemuan torpedo di Gili Trawangan bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, 26 Desember 2020, hal serupa juga pernah ditemukan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selata.

Kajian TNI benda tersebut disebut sea glider atau drone bawah laut. Umumnya, alat ini untuk kepentingan penelitian laut dengan membawa sensor buat merekam dana seperti kedalaman, arus, suhu, kadar oksigen, hingga penelitian biota laut. (HBM)