Helo Indonesia

Cuaca Ekstrem Terjang Bandarlampung, Pohon Tumbang dan Tembok Rubuh Rusak Sejumlah Rumah Warga

Rabu, 3 Juni 2026 10:32
    Bagikan  
Cuaca Ekstrem Terjang Bandarlampung, Pohon Tumbang dan Tembok Rubuh Rusak Sejumlah Rumah Warga

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandarlampung mengakibatkan sejumlah kejadian bencana pada Rabu, berupa pohon tumbang dan tembok rumah rubuh

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandarlampung mengakibatkan sejumlah kejadian bencana pada Rabu, berupa pohon tumbang dan tembok rumah rubuh di dua lokasi berbeda. Tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa tersebut, namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung Idham Syahoutra mengatakan.Peristiwa pertama terjadi di Jalan KH. Hasyim Ashari RT 07, Kelurahan Gedong Pakuon, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Angin kencang yang disertai kondisi pohon yang sudah lapuk menyebabkan sebuah pohon kedondong hutan berdiameter sekitar 80 sentimeter tumbang dan menimpa atap rumah milik Bapak Alwani.

" Akibat kejadian tersebut, bagian atap rumah mengalami kerusakan. Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) dengan dua jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas dari BPBD dan Linmas langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan," ujarnya,Rabu.( 3/6/2026).

Sementara itu, kejadian kedua terjadi di Jalan Nusa Indah RT 015 Lingkungan 02, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tembok penahan di sekitar permukiman terkikis hingga akhirnya rubuh dan berdampak pada beberapa rumah warga.
Sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan berat pada bagian dapur, kamar, dan teras rumah.

" Rumah milik Bapak Amin Haidir yang dihuni dua KK dengan tujuh jiwa mengalami kerusakan berat pada dapur dan kamar. Kerusakan serupa juga dialami rumah milik Bapak Junaidi yang dihuni satu KK dengan empat jiwa," tuturnya.

" Selain itu, rumah milik Ibu Jannah yang dihuni satu KK dengan dua jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian dapur, sedangkan rumah milik Ibu Asariah yang dihuni satu KK dengan tiga jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian teras dan kamar," ujarnya.

Secara keseluruhan, kejadian tembok rubuh tersebut berdampak pada lima KK dengan total 16 jiwa. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sejumlah instansi terkait turut melakukan penanganan di lokasi, di antaranya BPBD, Damkarmat, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Lingkungan Hidup.

" Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi pohon yang lapuk maupun bangunan yang berpotensi membahayakan guna mencegah terjadinya kejadian serupa," tandasnya.( Hajim).