LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM), sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pada 2026, tercatat sekitar 740 pelaku industri kecil dan menengah di Kota Bandar Lampung yang telah terdaftar. Para pelaku usaha tersebut secara bertahap melengkapi berbagai perizinan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandarlampung Ahmad Husna mengatakan, seluruh IKM yang telah terdata masih aktif menjalankan kegiatan produksinya. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Kota Bandar Lampung, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah di luar kota.
"Alhamdulillah, pada tahun 2026, dengan kondisi ekonomi yang mengharuskan masyarakat untuk terus berproduksi, seluruh UMKM dan industri kecil menengah yang terdata tersebut aktif," ujar Ahmad Husna saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, aktivitas perdagangan di Kota Bandarlampung juga menunjukkan peningkatan. Hal itu terlihat dari semakin ramainya kegiatan perdagangan di pasar, sejumlah lokasi usaha, pedagang di pinggir jalan, angkringan, hingga usaha yang beroperasi pada malam hari.
Berbagai produk yang dipasarkan tersebut, kata dia, merupakan hasil produksi UMKM yang ada di Kota Bandarlampung.
"Seluruhnya masih menjalankan kegiatan usahanya. Alhamdulillah juga terjadi peningkatan arus perdagangan yang cukup signifikan sehingga turut mendukung dan mendorong perekonomian di Kota Bandarlampung," katanya.
Jika dibandingkan dengan 2025, jumlah IKM dan UMKM yang aktif juga mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sekitar 600 industri kecil dan menengah serta UMKM yang berproduksi dan menjalankan kegiatan industrinya di Bandarlampung.
Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 740 sektor UMKM yang aktif dan terdaftar serta secara bertahap melengkapi perizinannya.
Husna menambahkan, sektor makanan menjadi salah satu bidang usaha yang paling banyak digeluti pelaku IKM. Produk yang dihasilkan umumnya berupa makanan olahan dan berbagai produk turunannya.
"Sektor makanan, khususnya makanan olahan dan produk turunannya, menjadi salah satu yang paling banyak diminati," ujarnya.
Menurut dia, produk makanan olahan juga banyak diminati wisatawan dari luar Provinsi Lampung yang datang ke Kota Bandarlampung.
Selain mendorong legalitas usaha, Pemerintah Kota Bandarlampung juga memberikan dukungan melalui program pinjaman subsidi dengan bunga nol persen bagi pelaku UMKM.
Bunga pinjaman tersebut disubsidi oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.Program tersebut terus bergulir setiap pekan. Saat ini terdapat pelaku usaha yang masih dalam proses pengajuan dan ada pula yang telah menerima pencairan.
"Para pelaku UMKM disebut merasakan manfaat program tersebut karena dapat membantu mengembangkan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bandarlampung atas dukungan terhadap perkembangan usaha yang dijalankan," jelasnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 50 pelaku UMKM telah menerima maupun sedang mengikuti proses program pinjaman tersebut.
Perputaran Uang Belum Terdata
Terkait besaran perputaran uang setiap bulan dari sekitar 740 UMKM tersebut, Husna mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan angka pasti.Hal itu karena pemerintah belum memiliki data secara rinci mengenai omzet masing-masing pelaku usaha.
Selain itu, aktivitas perdagangan juga mengalami fluktuasi sehingga diperlukan kehati-hatian agar angka yang disampaikan tidak menimbulkan ketidakakuratan.Namun, jika melihat aktivitas produksi, pemasaran, dan perdagangan yang berlangsung, kegiatan UMKM di Kota Bandarlampung dinilai masih berjalan dengan baik.
Para pelaku usaha terus melakukan produksi setiap hari, mulai dari membeli bahan baku, menggunakan peralatan produksi, hingga memasarkan dan menjual produk. Proses tersebut kembali dilakukan pada hari berikutnya.
"Artinya, proses produksi dan penjualan berlangsung secara berkesinambungan setiap hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas UMKM di Kota Bandar Lampung masih berjalan dengan baik dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat," tandas kadis Perindustrian Kota Bandarlampung Ahmad Husna.( Hajim).
