Helo Indonesia

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Kakao dan Kemandirian Petani di Pesawaran

1 jam 7 menit lalu
    Bagikan  
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Kakao dan Kemandirian Petani di Pesawaran

Gubernur Lampung Rahmat Mizani Djausal di Desa Pekon Ampai Marga Punduh. (Foto: Prokopim)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Pemkab Pesawaran terus mendorong penguatan hilirisasi kakao melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan desa wisata, pelatihan, penyerahan bantuan alat pengering tenaga surya (solar dryer), serta akselerasi pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas kakao di Desa Pekon Ampai Kecamatan Marga Punduh, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira Bastian, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Kegiatan juga dirangkai dengan agenda kunjungan Gubernur Lampung bersama para Tokoh Adat Pekon Ampai yang dikenal sebagai Desa Wisata Budaya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa, pengembangan kakao menjadi salah satu peluang strategis bagi Kabupaten Pesawaran, mengingat potensi perkebunan yang dimiliki daerah ini. Namun, peningkatan produksi perlu diiringi dengan penguatan proses pascapanen dan pengolahan agar hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

"Salah satu tantangan yang dihadapi petani adalah keterbatasan fasilitas pengeringan, terutama ketika masa panen berlangsung pada musim hujan, kondisi ini kerap membuat petani menjual kakao dalam keadaan basah karena tidak memiliki sarana pengeringan yang memadai, sehingga harga jual yang diterima belum optimal," kata Mirza.

Oleh karena itu, lanjut Mirza, bantuan solar dryer dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Teknologi pengering tenaga surya ini diharapkan membantu petani menghasilkan kakao kering dengan kualitas yang lebih konsisten sepanjang tahun.

"Harga kakao basah dalam kondisi tertentu berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Setelah melalui proses pengeringan, harga kakao dapat mencapai sekitar Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Perbedaan harga itu menunjukkan proses pascapanen memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai jual komoditas kakao," ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui pengembangan industri pengolahan yang lebih dekat dengan sentra produksi. Dengan begitu, masyarakat di daerah penghasil tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam proses penciptaan nilai tambah.

"Saya berharap Pekon Ampai dapat berkembang menjadi pusat pengembangan sekaligus produksi solar dryer yang dapat direplikasi dan didistribusikan ke sentra-sentra kakao lainnya di sepanjang pesisir Lampung. Langkah ini diharapkan memperluas pemanfaatan teknologi tepat guna sekaligus mendorong hilirisasi kakao dimulai dari tingkat desa," kata dia.

Sementara, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menyambut baik dukungan yang diberikan melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, bantuan solar dryer merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.

“Ini merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi kita semua, khususnya bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Marga Punduh. Bantuan solar dryer ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kita,” kata Nanda.

Ia mengingatkan masyarakat dan pelaku UMKM penerima manfaat agar menjaga serta merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi produktivitas usaha.

“Kami sangat menghargai komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang terus berupaya mendekatkan masyarakat dengan pihak perusahaan. Sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat seperti inilah yang menjadi kunci dalam memperkuat perekonomian daerah agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Nanda juga berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi hadirnya dukungan produktif lainnya untuk mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat. Bupati menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan ekonomi. (Rama)