UNGARAN, HELOINDONESIA.COM - Gelak tawa pecah dalam pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat 9 Oktober 2026.
Aksi polos dua siswa Sekolah Dasar (SD) saat ditantang berhitung bahasa Jawa justru berbuah hadiah istimewa dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Momen menggelitik itu terjadi saat Wagub Taj Yasi yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan sambutan. Dia menegaskan komitmen Pemprov Jateng yang konsisten menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap hari Kamis di lingkungan instansi dan sekolah.
Baca juga: Kajati Teguh Subroto: Porprov XVII 2026 Momentum Genjot Prestasi Atlet dan UMKM Aslinmas
Guna menguji kelancaran bahasa daerah anak-anak, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, mengundang dua peserta ke atas panggung yaitu Lintang dari SDN Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj Isriati, Kota Semarang.
"Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa," tantang Taj Yasin di depan ratusan hadirin.
Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”.
Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Taj Yasin kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, ia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut.
“Mau minta apa?” tanyanya.
Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Taj Yasin pun meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.
“Mas, nanti dikasih ya, Mas,” ujar Taj Yasin kepada ajudannya.
Baca juga: Raih Emas Bersejarah di Asian Games 2026, Pemanah Jateng Nurisa Bidik Olimpiade LA 2028
Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.
“Senang (dapat sepeda), buat jalan-jalan. Makasih karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.
Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.
“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ujar Mayo.
Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.
FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Festival berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan kampus Universitas Ngudi Waluyo. Sejumlah cabang yang dilombakan meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal.(Aji)
