Apel Siaga, Basarnas Semarang Siaga Hadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Rabu, 13 Desember 2023 14:05
Ade
APEL: Kepala Basarnas Semarang Heru Suhartanto memimpin apel siaga dan gelar peralatan. Foto: SB/Ning

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Semarang menggelar Apel Siaga dan Gelar Peralatan. Apel ini dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan personel dan peralatan menghadapi bencana hidrometeorologi (banjir dan tanah longsor) di Semarang.

Menurut Kepala Basarnas Semarang, Heru Suhartanto, apel siaga dan gelar peralatan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Bencana banjir dan tanah longsor berpotensi terjadi, karena curah hujan di bulan Desember mulai tinggi.

"Kami berharap dengan kesiagaan yang sudah kita lakukan, kesiapsiagaan kami akan lebih meningkat, sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan atau terjadi bencana meteorologi, kita semua yang ada di kantor maupun yang ada di pos dan unit sudah siap untuk bergerak melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," ungkap Heru kepada awak media usai apel siaga di lapangan Mess Basarnas Gondoriyo, Kota Semarang.

Heru menyatakan, Basarnas Kota Semarang sudah waspada secara keseluruhan. Mengingat dari musim kemarau yang cukup ekstrem dan dengan adanya curah hujan saat ini yang sulit untuk diprediksi, dan mungkin akan masuk ke curah hujan yang cukup tinggi.

Potensi Bencana

"Dimungkinkan akan terjadi potensi bencana meteorologi, baik bencana tanah longsor maupun banjir hingga banjir bandang. Dan ini kita lihat sudah mulai, kantor Basarnas Semarang sudah beberapa kali melaksanakan operasi untuk tanah longsor dan banjir," terang Heru.

Heru mengatakan, dalam kesiapsiagaan personel dan peralatan menghadapi bencana hidrometeorologi ini, total personel yang diterjunkan ada 144 orang, ditambah kekuatan dari potensi SAR di bawah pembinaan Kantor SAR Semarang.

"Kami berharap dengan kolaborasi dan sinergitas antara Basarnas dengan potensi SAR mudah-mudahan mampu mengcover wilayah Jawa Tengah dalam menghadapi bencana meteorologi ini," imbuhnya.

Sementara untuk peralatan yang disiapkan menurutnya sama seperti yang ada di setiap pos dan unit, yakni alat air berupa perahu karet lengkap, juga alat selam dan alat-alat bantu lainnya.

Pos Unit

"Untuk peralatan penanganan longsor dan lainnya setiap pos dan unit kita punya alat bantu yang dimungkinkan apabila terjadi longsoran hingga merusak rumah, dan ada korban tertimbun di dalam rumah, kita bisa menggunakan alat untuk membuat akses dan membantu penyelamatan korban," jelasnya.

Heru menambahkan, tujuan dilaksanakan apel siaga dan gelar peralatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan baik personel maupun sarana prasarana dan peralatan, sehingga bila terjadi bencana hidrometeorologi berupa banjir atau tanah longsor dan kejadian lain yang mengharuskan untuk melaksanakan suatu operasi pencarian dan pertolongan, maka semua personel sudah siap digerakkan membantu dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. (ADE)

Berita Terkini