HELOINDONESIA.COM - Hujan lebat yang terjadi, perlu mendapat kewaspadaan dari masyarakat khususnya di kawasan rawan longsor.
Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, khususnya di Desa Banaran.
Tanah longsor kembali terjadi di kawasan desa Banaran Pulung, Dukuh Gondangsari dengan ketinggian tebing yang longsor mencapai 7 meter.
Sebelumnya tanah longsor juga pernah terjadi diwilayah yang sama yakni di Dukuh Tangkil, Desa Banaran.
Tanah longsor yang terjadi nyaris menerjang dua rumah milik warga di wilayah itu dan kalini longsor kembali terjadi ditempat yang lain.
Kabid kedaruratan dan logistik BPBD, Ponorogo, Agung Prasetyo mengatakan longsor terjadi pada Minggu (7/1/2024) sekitar pukul 13.30 WIB, setelah terjadi hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Akibat tanah longsor itu longsoran berupa tanah dan batu menutup akses jalan penghubung antar dusun di desa itu.
Baca juga: Bikin Gemes Satpol PP Ponorogo Temukan Pengemis Luar Daerah Menginap di Hotel Lebih Dari Sepekan
Selain itu tanah longsor juga merusak kebun dan ladang milik warga di sekitar kawasan itu.
Intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor.
Menurut Agung, berdasarkan hasil penelitian wilayah itu memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi dan terjadinya banyak retakan tanah di wilayah tersebut.
"Setelah mendapat laporan pihaknya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, juga berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Agung.
Petugas BPBD langsung bekerjasama dengan warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran.
Pembersihan material longsor dilakukan Senin pagi bersama masyarakat serta pihak terkait seperti TNI POLRI serta pihak desa.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat manual karena jika kondisi medan tidak memungkinkan mendatangkan alat berat.
Agung menambahkan, meski akses jalan antar RT tertutup masyarakat tidak sampai terisolasi, arena ada jalur alternatif yang bisa digunakan sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas, meski hanya untuk roda 2.
Sementara pasca tanah longsor yang terjadi di Dukuh Tangkil Desa Banaran ratusan warga melakukan kerja bakti.
Baca juga: Kabakaran Hutan di Jatim Mencapai 500 Hektar, di Ponorogo Saja Terjadi di 17 Titik Kasus Kebakaran
Mereka bergotong royong berjibaku membersihkan lumpur tanah yang sempat menutup akses jalan di 5 RT desa setempat.
Kepala Dukuh Tangkil, Misman mengatakan kerja bakti membersihkan longsoran tanah dilakukan warga sejak Kamis malam lalu.
Pasalnya jika tidak dikebut, akses jalan akan tertutup sehingga tidak bisa dilewati pelajar dan pekerja, meskipun sebenarnya ada jalur alternatif, namun sangat jauh.
Diakui, Misman jika titik longsor lokasinya berdekatan dengan kejadian longsor yang terjadi beberapa tahun silam sehingga sempat membuat warga trauma.
Dijelaskan jika wilayahnya sejak Kamis siang diguyur hujan deras dan sekitar pukul 12.15 WIB terjadi longsor.
Sejauh ini, evakuasi material longsoran di prioritaskan dulu untuk membuka akses jalan bagi kendaraan roda dua.
Baca juga: Begini Reaksi 492 Tenaga Honorer Ponorogo Setelah Menerima SK PPPK dari Bupati Sugiri Sancoko
Belum diketahui pasti kapan pembersihan tersebut rampung lantaran tanpa melibatkan alat berat.
Terkait bencana itu, warga dihimbau waspada dan hati-hati lantaran wilayah Banaran merupakan daerah yang rawan longsor. **