PWI Kendal Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Pati, Dukung Aparat Hukum untuk Bertindak

Sabtu, 6 September 2025 17:15
Ketua PWI Kendal Sapawi (kanan) bersama jajaran saat beraudiensi dengan Bupati Dyah Kartika Permanasari

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Kabupaten Kendal mengecam tindakan kekerasan yang dialami sejumlah jurnalis di Kabupaten Pati, Jawa Tengah baru-baru ini.

Aksi kekerasan terhadap wartawan ini terjadi saat para jurnalis tengah meliput jalannya rapat Panitia Khusus ( Pansus) Hak Angket DPRD Pati terkait isu pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Ketua PWI Kabupaten Kendal Sapawi menegaskan, aksi kekerasan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang serta mencederai kerja-kerja jurnalistik.

“Aksi kekerasan ini juga mengancam hak publik untuk memperoleh informasi yang benar. Kami PWI Kendal mengecam keras segala bentuk intimidasi, ancaman, dan kekerasan terhadap jurnalis. Aparat penegak hukum harus segera bertindak dan mengusut tuntas kasus ini,” tegas Sapawi, dalam keterangannya Sabtu 6 September 2025.

Baca juga: Agustina Targetkan Kota Semarang Bebas TBC pada 2028

Sapawi menyatakan, kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan. Ia menyebut pentingnya perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas di lapangan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi. Kami menyerukan semua pihak untuk menghormati dan mendukung kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi,” terang Sapawi.

Sementara itu, Penasihat PWI Agus Umar menambahkan, solidaritas lintas daerah sangat penting dalam menghadapi kasus kekerasan terhadap wartawan.

“Kasus di Pati ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kerja-kerja jurnalis masih rawan mendapat ancaman. Karena itu, kami dari PWI Kendal menyatakan dukungan penuh bagi rekan-rekan di Pati dan mendesak aparat agar memberikan jaminan perlindungan nyata kepada wartawan di lapangan,” ujar Umar.

PWI Kendal berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta meminta semua pemangku kepentingan untuk memastikan iklim kerja jurnalistik di Jawa Tengah tetap aman, sehat, dan profesional.(Anik)

Berita Terkini