SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Semarang pada Minggu pagi 7 Juni 2026 mendadak tampil beda dan jauh lebih berwarna. Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan usia tampak berkerumun, bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk berburu dan berkreasi dalam kampanye budaya bertajuk "Nusantara Wearable".
Aksi kreatif yang sukses mencuri perhatian publik ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian kampanye yang bertujuan untuk membumikan kembali kekayaan budaya Indonesia melalui media yang akrab dengan Gen-Z dan masyarakat modern: fashion accessories.
Baca juga: Sambut Dies Natalis ke-39, USM Gandeng Kadin dan PWI Jateng Helat Prasasta Gala Awards 2026
Dengan mengusung tagline yang sarat makna, “Beda Tangan, Beda Cerita, Satu Nusantara”, kampanye ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap pelestarian budaya yang selama ini kerap dianggap kaku. Di sini, budaya diperkenalkan lewat sentuhan modern yang fungsional dan modis.
Pengunjung CFD diajak langsung untuk berkreasi membuat berbagai aksesori bernuansa etnik yang bisa dipakai sehari-hari (wearable), seperti gelang & kalung manik-manik sebagai sentuhan estetik khas nusantara yang sedang tren. Selanjutnya gantungan kunci & tas kanvas.
Antusiasme warga Semarang benar-benar meledak. Booth "Nusantara Wearable" langsung diserbu pengunjung, mulai dari anak-anak yang penasaran, remaja yang ingin tampil stylish, hingga para orang tua yang bernostalgia dengan kerajinan tangan.
Baca juga: Sinergi PTS Jateng: USM dan 17 Kampus Sepakat Hibahkan Sarpras ke LLDikti Wilayah VI
Tidak sekadar membuat aksesori, para peserta juga disuguhi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga dan mencintai warisan leluhur melalui karya nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kemeriahan pun semakin memuncak saat panitia membagikan berbagai doorprize menarik yang sukses membakar semangat para pengunjung di lokasi.
"Kami ingin membuktikan bahwa mencintai budaya Indonesia itu bisa lewat hal-hal sederhana yang kita pakai sehari-hari. Aksesori ini adalah simbol bahwa identitas Nusantara bisa tetap eksis di era modern," ungkap salah satu perwakilan mahasiswa pelaksana.
Kesuksesan aksi kreatif mahasiswa Ilmu Komunikasi USM ini tidak lepas dari dukungan solid berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam pelestarian budaya. Acara ini sukses terselenggara berkat kolaborasi dan dukungan sponsor dari korporasi terkemuka, seperti Luxe Glame, PT Metal Jaya, PT Cahaya Agung Cemerlang (CAC), hingga moda transportasi kebanggaan warga, Trans Semarang. (Aji)
]