Helo Indonesia

4 Catatan Baik dan Kelam Prabowo Subianto, 2 Isu Ini Bisa jadi Gorengan di Pilpres 2024

M. Haikal - Nasional -> Politik
Minggu, 18 Juni 2023 19:17
    Bagikan  
Ganjar Pranowo, Prabowo, Jokowi
Facebook/ Prabowo Subianto

Ganjar Pranowo, Prabowo, Jokowi - Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto saat mendampingi Presiden Jokowi saat panen raya di Kebumen, 9 Maret 2023. (Foto: Facebook/ Prabowo Subianto)

HELOINDONESIA.COM - Prabowo Subianto memang berpeluang besar untuk maju sebagai Capres 2024 dari Partai Gerindra.

Ada analisa bahwa Partai Gerindra terbuka berkoalisi dengan PKS atau beberapa partai lainnya.

Tapi bukan berarti Prabowo Subianto tidak memiliki batu sandungan ketika sudah maju bersaing di Pilpres 2024.

Dari catatan redaksi, dalam beberapa survei Prabowo menempati urutan pertama sebagai Capres potensial dengan elektabilitas kuat.

Baca juga: Deretan HP Harga 1 Jutaan RAM 6GB Dengan Spek lengkap

Namun belakangan, beberapa manuver Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa membuat elektabilitasnya goyah.

Di antaranya gagalnya Prabowo Subianto mengajukan proposal perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Ditolaknya proposal tersebut menunjukan kegagalan Prabowo Subianto yang berkebalikan dengan pencitraannya sebagai tokoh yang disebut berpengaruh di dunia internasional.

Baca juga: Keuntungan Pertemuan Puan dan AHY, Partai Demokrat Lolos dari Jebakan Anies Baswedan

Belum lagi beredar kabar kalau pengajuan proposal perdamaian itu sejatinya tidak mendapat "restu" dari Presiden Jokowi.

Kegagalan itu karena tidak diikuti komunikasi politik yang efektif sehingga berpotensi menjadi kontra produktif terhadap elektabilitasnya.

Tak hanya itu, langkah Prabowo Subianto sebagai Menhan yang membeli pesawat bekas menjadi gorengan sedap lawan-lawan politik untuk menyerangnya.

Baca juga: Eva Dwiana dan Wiyadi Beda Pandangan Pemicu Geng Motor

Meski demikian, dikutip dari political Brief Baskara, pencapresan Prabowo Subianto memiliki empat karakteristik.

Pertama, Prabowo Subianto adalah kandidat dengan kantong suara terbanyak.

Kantong suara Prabowo Subianto berasal dari  pemilih 2019, pendukung Orba, militer, bahkan pemilih Jokowi 2019 lalu.

Kedua, Prabowo merupakan capres tertua. Dengan kondisi kesehatannya membatasi gerak politiknya sehingga cawapres menjadi critical.

Baca juga: Waduk Cengklik Boyolali Tempat Kece Wisatawan untuk Abadikan Sunrise dan Sunset

Ketiga, Prabowo Subianto memiliki catatan hitam di era reformasi yg belum dieksploitasi lawan politik.

Keempat, Prabowo Subianto merupakan   capres yang paling sering mengikuti Pemilu sehingga paling dikenal dan berpotensi bangun simpati.