HELOINDONESIA.COM - Diva pop Tanah Air Kris Dayanti kali ini tidak bicara aktivitas menyanyi. Tapi urusan politik. Maklum, Kris Dayanti sekarang adalah politisi di Senayan, maksudnya DPR.
Dia bicara politik, tapi sangat khusus, yakni soal darah dan donor darah. Bahkan Kris Dayanti Kini bersemangat kalau berbicara donor darah. Pasalnya, Kris Dayanti sekarang didaulat menjadi Duta Donor Darah Parlemen.
Makanya, dia mengkampanyekan donor darah di kalangan para anggota parlemen, alias anggota DPR, dan dimana saja.
Setelah mencermati masalah darah dan kepentingannya bagi rakyat, Kris Dayanti melihat sangat vital, terutama untuk kebutuhan kemanusiaan, di kala orang sedang membutuhkan rakyat untuk menyelamatkan nyawanya. Di situlah dia tergerak, dan ingin berbuat.
Baca juga: Gembleng Mental Juara Pemain Muda Indonesia, Lima Legenda Sepak Bola Dunia Didatangkan
Sebagai Duta Donor Darah Parlemen, Kris Dayanti berharap agar masyarakat yang membutuhkan darah di PMI (Palang Merah Indonesia) bisa mendapatkannya dengan mudah dan gratis alias tidak dikenakan biaya apapun.
Sebagai anggota Komisi IX DPR ia berharap agar ke depan semua warga negara bisa dengan mudah mendapatkan darah secara gratis. Kris Dayanti akan memperjuangkan agar rakyat yang membutuhkan darah bisa gratis.
“Sebagai anggota Komisi IX DPR yang membindangi masalah kesehatan saya berharap agar ke depan semua warga negara bisa dengan mudah mendapatkan darah, tanpa harus dikenai biaya alias gratis. Karena hak hidup dan hak sehat seluruh warga negara atau masyarakat dijamin oleh negara,” kata Kris Dayanti.
Dia menyampaikan hal itu usai mendonorkan darahnya di kegiatan Donor darah kerja sama Korpri Setjen DPR RI dengan Keluarga Sehat Donor Darah (KSDD) DPR, di Senayan, Jakarta, Rabu 31 Mei.
Baca juga: Jokowi Pamer Logo IKN Nusantara, Ada yang Komentar Kayak Logo Hotel, Seperti Orang Berdoa
“Saya yakin sebagian besar pendonor darah ini secara suka rela dan penuh keikhlasan mendonorkan darahnya. Sementara ketika masyarakat yang butuh darah harus membayar sekitar Rp300 ribuan. Kami ingin rakyat dipermudah, ke depannya bisa gratis,” katanya sambil menyatakan akan memperjuangkan anggarannya untuk PMI.
Dia sendiri mengaku sudah sering donor darah. Bahkan sudah enam kali donor bersama PMI. Sejauh ini tidak menimbulkan keluhan setelah donor darah beberapa kali.
“Alhamdulillah dalam catatan PMI saya sudah enam kali mendonorkan darah saya di PMI. Dan tidak ada keluhan apapun setelah itu. Saya masih tetap bisa menjalankan berbagai aktivitas saya. Bahkan saya merasa lebih segar dan sehat setelah mendonorkan darah saya,” katanya.
“Oleh karena itu saya berharap masayarakat untuk tidak ragu lagi dalam mendonorkan darahnya,” ujar Kris Dayanti, yang juga Duta Donor Darah Parlemen ini.
Lebih lanjut, Kris dayanti mengatakan, sebenarnya biaya sebesar Rp300 ribuan yang dikenakan pada masyarakat yang ingin mendapatkan darah di PMI itu bukan termasuk bentuk komersil. Hal itu melainkan untuk biaya penggantian pengolahan darah (BPPD).
Namun ia berharap ke depan ada anggaran atau dana tersendiri dari negara bagi PMI yang diperuntukan membiayai kegiatan tersebut. Sehingga hal tersebut tidak dibebankan kepada masyarakat.
Kris Dayanti yang merupakan politisi PDIP ini i mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darahnya. Karena besar kegunaannya bagi sesama.
Karena selain menjadi salah satu langkah mulia yang bisa menyelamatkan nyawa manusia, donor darah juga membawa banyak manfaat bagi pendonor itu sendiri.
Dimana setelah 48 jam mendonorkan darahnya, maka sel-sel darah merah dalam tubuh pendonor akan merepair dengan baik. Sehingga menghasilkan sel-sel darah baru lagi. Dengan begitu tubuh akan terasa lebih segar, sehat dan awet muda. (*)
(Winoto Anung)
