Helo Indonesia

Ini Alasan Orang Memilih Kebudayaan Baru yang Lebih Praktis Ketimbang Tradisi Lokal

Senin, 10 November 2025 20:53
    Bagikan  
Kota Budaya Ulluan Nughik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,
Kota Budaya Ulluan Nughik, Kabupaten Tulangbawang

Kota Budaya Ulluan Nughik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, - Kota Budaya Ulluan Nughik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,

HELOINDONESIA.COM - Era globalisasi dapat menimbulkan perubahan pola hidup masyarakat menjadi lebih moderen.

Akibatnya, masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang lebih praktis dibandingkan budaya lokal.

Deta Indriana, Assesor di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSPro) Tirtanirwana seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (10/11/2025) mengungkapkan beberapa faktor yang jadi penyebab budaya lokal dilupakan.

"Salah satunya adalah kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk belajar dan mewarisi kebudayaannya sendiri," ungkap Deta.

Baca juga: Astaga !!! Proyek Trotoar Jalan Cemara Dibangun Mumbul Seperti Gunung, Pak RW: Kasihan pada Nangis Warga Kalo Hujan Rumahnya Kebanjiran

Apa yang harus dilakukan agar budaya lokal tidak dilupakan dan terlestarikan hingga sepanjang masa?

Deta mengatakan ada dua upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya nusantara agar tak lekang ditelan jaman.

Pertama, culture experience.

"Perlu kita perhatikan. Jadi pengalaman tentang budaya, kebudayaan yang kita tambahkan lagi pengalaman tentang budaya-budaya di Indonesia kita perlu belajar," jelasnya.

Kedua culture knowledge.

Pentingnya pengetahuan tentang budaya.

Baca juga: POPNAS XVII 2025: Lampung Raih 8 Emas, Naik Drastis ke Peringkat 10 Nasional

Karena apa?

Deta menyarankan kepada pengusaha yang menjalankan menjalankan usaha salon kecantikan atau spa, atau sebagai praktisi.

"Oh mungkin saya baru menjalankan mom and baby spa. Oh saya baru saja memulai menjalankan salon kecantikan. Karena apa? Ternyata kita butuh bagaimana caranya mampu untuk melestarikan kebudayaan Indonesia melalui perawatan spa," terangnya.

Karena apa?

Deta merinci bahwa dalam standar usaha spa dalam peraturan Menteri Pariwisata nomor 11 tahun 2019 itu sudah disinggung bahwa kita harus mengangkat kebudayaan Indonesia dan ethnowellness nusantara (ETNA) penting kita angkat dan perlu dikaji lebih dalam lagi.

Baca juga: Meski Kalah, Sikambara Apresiasi Permainan Nusantara Lampung FC

Diketahui spa adalah usaha perawatan yang memberikan layanan dengan perpaduan metode terapi air, terapi aroma, pijat, rempah-rempah, layanan makanan dan minuman sehat, olah aktivitas fisik demi menyeimbangkan tubuh, jiwa dan raga

"Tapi tetap usaha spa ini harus mengangkat atau berbasis kebudayaan asli Indonesia," tandasnya.