Helo Indonesia

Buka Hydroplus Badminton Invitation 2026, PBSI Jateng Dorong Sekolah Jadi Pabrik Talenta Muda

1 jam 12 menit lalu
    Bagikan  
Buka Hydroplus Badminton Invitation 2026, PBSI Jateng Dorong Sekolah Jadi Pabrik Talenta Muda

Pemain SMA JIS saat Naren Luis saat menghadapi Wilson (SMA YSKI Semarang). Peserta Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026 berpose.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyampaikan pesan krusial dalam pembukaan ajang bulutangkis nomor beregu Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026 di Polytron Stadium Undip, Semarang.

Dia menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini tidak boleh lagi hanya bertumpu pada klub semata, melainkan wajib berakar kuat dari lingkungan sekolah.

Pernyataan tegas ini disampaikan Basri Yusuf di hadapan para peserta, pelatih, serta perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang turut menginisiasi ajang bergengsi ini pada Rabu, 8 Oktober 2026.

bersama

Menurut Basri, sekolah memiliki potensi yang sangat besar dan belum tergarap maksimal sebagai pintu masuk utama pencarian bibit-bibit unggul baru, mengingat luasnya ekosistem pendidikan di Jawa Tengah.

“Pembinaan jangan hanya melalui klub. Sekolah harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan, mulai dari grassroots, SD, SMP, SMA, kemudian berlanjut ke klub hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujar Basri Yusuf di hadapan para awak media.

Baca juga: Buka Peluang Kuliah Internasional, USM Rintis Program Joint Degree Teknik dengan NUU Taiwan

Lebih lanjut, Basri menyoroti pentingnya kejuaraan antarsekolah sebagai ruang talent scouting yang strategis bagi para pelatih untuk memantau perkembangan teknik dan mental bertanding siswa secara langsung. Melalui kompetisi yang berjenjang, pelatih dapat mengukur sejauh mana kesiapan para pelajar untuk melangkah ke level profesional.

“Turnamen ini bukan sekadar mencari juara. Yang lebih penting adalah melihat sejauh mana level atlet kita, apakah sudah siap dan memenuhi kualifikasi untuk masuk ke klub dan berkembang ke jenjang berikutnya,” tambahnya.

Sebagai bentuk kesinambungan jangka panjang, Basri berharap setiap sekolah peserta ke depan mampu menghadirkan pelatih berkualitas yang dapat membina kegiatan bulutangkis secara berkelanjutan. Dengan terbangunnya ekosistem yang sinergis dari sekolah hingga klub, rantai prestasi bulutangkis Indonesia akan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh dan jelas arahnya.

Sejalan dengan visi tersebut, perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Bayu Suryanto, turut mengapresiasi antusiasme tinggi dari para sekolah peserta. Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan budaya olahraga dan sportivitas yang kuat di lingkungan sekolah.

“Kami berharap event ini dapat membangun ekosistem bulutangkis di sekolah. Semakin banyak siswa yang tertarik bermain, semakin besar pula peluang lahirnya atlet dan mantan atlet yang nantinya bisa menjadi pelatih di sekolah,” kata Bayu.

Menurut Bayu, pengalaman bertanding secara langsung sangat esensial bagi para siswa untuk mengasah mental bertumbuh, sportivitas, serta menambah jam terbang mereka di lapangan.

JIS Pasang Target Semifinal

Di sisi lain, antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para peserta dari luar daerah, salah satunya Sekolah Menengah Atas Jakarta Intercultural School (JIS). Datang dengan persiapan yang relatif singkat, tim asal ibu kota ini siap memberikan perlawanan terbaiknya.

Baca juga: Resmi Diluncurkan, PPDS Obgin FK Unimus Siap Cetak Dokter Spesialis Berkualitas untuk Pemerataan Nasional

Pelatih JIS, Chrisabela—yang juga merupakan mantan atlet PB Djarum—mengungkapkan bahwa turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi anak asuhnya untuk merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi di luar lingkungan sekolah.

“Persiapannya cukup singkat karena kami baru mengetahui turnamen ini sekitar satu-dua bulan terakhir. Kami berharap anak-anak bisa tampil maksimal. Target awal kami lolos semifinal,” ujar Chris.

Menurutnya, pengalaman bertanding menghadapi sekolah-sekolah dari berbagai daerah akan memberikan pelajaran berharga dan mendongkrak jam terbang para pemainnya yang masih jarang mencicipi turnamen luar.

“Mereka jarang mengikuti pertandingan antarsekolah di luar. Jadi ini kesempatan untuk menambah pengalaman dan jam terbang, sekaligus melihat bagaimana kekuatan pemain sekolah lain,” pungkasnya.

Naren Luis, pemain SMA JIS yang turun di partai pertama mengalahkan Wilson (SMA YSKI Semarang) 15-6, 15-4 mengaku senang bisa tampil di ajang ini. Menurut pemain blasteran Blora-Srilanka itu semoga ke depan dia bisa kembali tampil di ajang seperti ini.

Ajang Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026 sendiri berlangsung pada 8–11 Oktober 2026, diikuti oleh sekitar 90 pelajar dari 16 sekolah (7 SMP dan 9 SMA/SMK) dari berbagai kota seperti Semarang, Sragen, Yogyakarta, dan Jakarta.

Kompetisi beregu dengan sistem setengah kompetisi ini mempertandingkan kategori tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran, serta memperebutkan total hadiah jutaan rupiah di tiap kategori sebelum babak final puncak digelar pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Aji)