LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Staf Ahli (Sahli) Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi ikutan 'spill tipis-tipis', dengan menyebut endorsement gratis: jika para investor ingin berinvestasi di sektor komoditas pangan dan energi terbarukan (EBT), maka Lampung adalah pilihan tepat."
Imam meng-endorse itu di hadapan hadirin Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 di Ballroom Hotel Pullman, Jl MH Thamrin Nomor 59 Gondangdia, Jakarta Pusat, ajang strategis perkuatan promosi investasi, pendorong hilirisasi komoditas unggulan, dan perkenalan potensi daerah Lampung sebagai magnet investasi nasional; taja Pemprov Lampung dan Forum Investasi Lampung (FOILA), pada Selasa (4/11/2025).
Mulanya, Imam mengintensi pentingnya sinergi kolaborasi lintas aktor lintas sektor: pemerintah, swasta, termasuk UMKM sebagai bagian dari rantai nilai investasi di daerah.
Sadar forum strategis, bukan saja dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal - Jihan Nurlela, didampingi Sekdaprov Lampung Dr Marindo Kurniawan, serta Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Lampung Dr Mulyadi Irsan.
Lalu, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Intizam; Kadis Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, Elvira Umihanni; Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bobby Irawan, Kadis Perhubungan Bambang Sumbogo, dan Kadiskominfotik Ganjar Jationo.
Juga, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Sekretaris DPRD Descatama Paksi Moeda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung Bimo Epyanto, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, Wakil Bupati Lampung Selatan Syaiful, Bupati Pesawaran Nanda Indira, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi, Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Bupati Lampung Utara Dr Hamartoni Ahadis, Bupati Mesuji Elfianah.
Serta, anggota Komisi X DPR dapil Lampung 1 cum Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung Dr M Khadafi, Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung Ary Meizari Alfian, dan para pemilik proyek strategis yang dipamerkan.
Tetapi juga, dihadiri pula 58 calon investor manca dan para duta besar negara sahabat.
Hingga akhirnya, "Jika ingin berinvestasi pada komoditas pangan dan energi baru terbarukan, Lampung merupakan pilihan yang tepat," ujar endorsement gratis Imam.
Adapun, Pemprov Lampung mengklaim, kehadiran puluhan investor asing tersebut, bukti minat dan kepercayaan komunitas internasional terhadap potensi ekonomi dan investasi di Lampung, meningkat.
Sang gubernur, Rahmat Mirzani Djausal, melugaskan kesiapan Lampung menjadi pusat hilirisasi industri lima komoditas pangan strategis (empat agro dan satu akuakultur): kelapa, kopi, lada, ubi kayu (singkong), dan udang.
Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024, tertinggi keempat Sumatra, sang gubernur melugaskan, "Kami buka peluang besar bagi investor untuk berpartisipasi dalam program hilirisasi di sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan."
"Arah kebijakan pembangunan ekonomi Lampung kini fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui penguatan industri pengolahan di daerah," kuncinya.
"Srategi ini sejalan dengan visi pemerintah pusat memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi daerah," impresi gubernur latar pengusaha cum politisi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bandar Lampung 2007-2008, Ketua HIPMI Lampung 2008–2011, pengurus BPP HIPMI 2008–2011, dan Ketua Partai Gerindra Lampung saat ini.
Catatan kaki pewarta, endorsement Imam ini patut dipreposisi menjadi narasi penting daya ungkit peminatan investasi kedepan.
Menilik, portofolio Imam, Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sejak Agustus 2023 lalu ini, sebelumnya Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM sejak Oktober 2020 dan Direktur Promosi Sektoral BKPM per Juni 2018–September 2020.
Selain terlibat dalam koordinasi pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko, Imam jua punya rekam jejak brilian promo investasi.
4,5 tahun ditugaskan di Negeri Ginseng selaku Kepala Perwakilan BKPM di Seoul atau Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul, November 2013–Juni 2018, Korea Selatan tercatat telah meningkatkan investasinya dari USD 1,6 milyar pada 2013 menjadi USD 4.8 milyar di 2018.
Imam yang bertugas utama lakukan promosi investasi sektor prioritas dan menarik target investor, disebut-sebut piawai dan sukses memfasilitasi masuknya investasi besar dari Korsel di antaranya CJ, Daewoong, Lotte Chemical, dan Parkland.
Serta, sukses pula membantu penyelesaian proyek-proyek besar diantaranya investasi Hyundai Motor, Proyek Refinery Tuban dan Rosnef, dan Proyek Industri Baterai EV dari Konsorsium LG, investasi Valle di bidang smelter nikel, serta jadi Person in Charge (PIC) untuk percepatan perizinan proyek Pertamina termasuk memuluskan kerja sama CPC dan Pertamina di Balongan. (Muzzamil)