Helo Indonesia

Aksi Perang Sarung di Kebumen, Beringas di Jalanan Begitu Diciduk Polisi Pelaku Nangis

Jumat, 22 Maret 2024 13:40
    Bagikan  
Aksi Perang Sarung di Kebumen, Beringas di Jalanan Begitu Diciduk Polisi Pelaku Nangis

Para pelaku perang sarung saat mendapatkan pembinaan di Mapolsek Kutowinangun

KEBUMEN, HELOINDONESIA.COM - Belakangan viral video perang sarung berdurasi 19 detik yang memperlihatkan sekelompok orang tengah perang sarung di tengah jalanan, di daerah Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, para pelaku perang sarung semua masih berstatus pelajar dan telah diamankan polisi serta dilakukan pembinaan.

"Saat perang sarung, langsung kita bubarkan. Para pelaku, juga berhasil kita amankan total ada 7 anak," jelas AKP Heru, Jumat 22 Maret 2024.

Baca juga: Debut Manis Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia Dipuji STY dan Nitizen

AKP Heru menambahkan, kejadian perang sarung berlangsung pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2024, sekitar pukul 01.40 WIB. Perang sarung dilakukan di jalan raya Kutowinangun-Kutoarjo, tepatnya di sebelah timur SMP N 2 Kutowinangun, masuk Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.

Dari hasil pendataan, para pelaku perang sarung merupakan warga Kecamatan Kutowinangun, Mirit, Buluspesantren, dan Kecamatan Kebumen.

Di bagian lain, Kapolsek Kutowinangun AKP Sujatno mengatakan, setelah dilakukan penangkapan kepada para pelaku, juga diberikan pembinaan. Pembinaan juga melibatkan kepala sekolah, para orangtua, serta masing-masing Kades.

"Karena pelaku masih berstatus pelajar, kepala sekolah, para orangtua serta kepala desa kita undang ke Mapolsek untuk ikut melakukan pembinaan kepada anak-anak," jelas AKP Sujatno.

Baca juga: USM Siapkan Para Mahasiswa Terbaik Ikuti PPK Ormawa

Para pelaku diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi di kemudian hari, serta meminta maaf kepada para orangtua.

Para anak-anak tersebut menangis di hadapan orangtua, dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

"Anak-anak ini nangis Pak, saat kita lakukan pembinaan. Mungkin karena menyesali perbuatan. Video saat perang sarung ternyata juga viral di media sosial," ungkap Kapolsek Kutowinangun AKP Sujatno.

Menurut AKP Sujatno, para pelaku sudah berpindah tiga titik agar bisa melakukan perang sarung. Hal ini terungkap dari barang bukti chat WhatsApp di handphone yang berhasil diamankan Polsek Kutowinangun.
Kini para pelaku, diwajibkan wajib lapor ke Polsek Kutowinangun sebagai pembinaan.

"Semoga anak-anak ini benar-benar jera dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari," pungkasnya. (Aji)