HELOINDONESIA.COM - Gawat, beredar video di media sosial (medsos) menyebutkan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1 hingga 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Ini terkait dengan kasus dugaan proyek BTS 4G yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informatikan, Johnny G Plate.
Dalam video tersebut ada nama-nama top disebut, di antaranya ada nama suami petinggi parpol besar, lantas seorang Menteri.
Terkait hal tersebut, politisi Partai Demokrat Benny K Harman mengatakan, pemberantasan korupsi harus dilakukan, tapi jangan tebang pilih.
Baca juga: KPK Komentar Alamat Pemenang Proyek Jalan Miliaran Diduga Fiktif
“Pemberantasan korupsi itu harus dilakukan dan perlu. Namun janganlah tebang pilih. Jangan pilih kasih,” tulis Benny K Harman, politisi Partai Demokrat, di Twitter.
Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan tidak pilih kasih. Sebab, rakyat selalu memonitor, dan tidak pernah diam.
“Jangan tajam ke lawan, tumpul ke kawan. Jangan dari kubu oposisi dikejar-kejar dan dari kubu temen sendiri dikejar di tempat seperti tari poco-poco. Rakyat tidak pernah diam. Gusti Allah ora sare,” tandas Benny K Harman (@BennyHarmanID).
Sementara itu, soal yang beredar di medsos, video tersebut diposting di akun @dhemit_is_back, disebutkan pihak yang diduga terlibat adalah perusahaan vendor yang menyuplai mulai dari panel surya, tower serta BTS serta VSAT.
Baca juga: Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akui Nodai Putri Gubernur, Awalnya Dicekoki Minuman Keras
Tersangka Bertambah
Sebelumnya, Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebutkan bahwa ada kemungkinan kasus korupsi BTS 4G Kominfo yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informatikan, Johnny G Plate, jumlah tersangka akan bertambah.
Terkait dengan pihak yang terlibat dalam kasus korupsi ini, skema korupsi BTS 4G Kominfo beredar di media sosial yang sebut nama suami tokoh petinggi parpol besar.
Adapun Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumendana menjelaskan bahwa pihaknya sedang mendalami kemungkinan adanya aliran dana dari kasus dugaan korupsi pembangunan dan penyediaan infrastruktur BTS 4G di BAKTI Kemenkominfo ke partai politik (parpol).
“Adanya dugaan aliran dana ke parpol masih kami dalami, dengan penatapan Johnny G Plate sebagai tersangka, kami tidak berhenti begitu saja," ungkap Kuntadi, Dirdik Jampidsus. (*)
(Winoto Anung)
