Helo Indonesia

Preman Peras PKL PKOR Wayhalim Ratusan Juta Per Bulan

Kamis, 16 Maret 2023 20:32
    Bagikan  
Preman Peras PKL PKOR Wayhalim Ratusan Juta Per Bulan

Para pedagang dan Herris (Foto Hajim/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Sekitar 200-an pedagang kaki lima PKOR Wayhalim jadi objek pemerasan preman hingga ratusan juta per bulan oleh premanisme. Para pedagang mengaku diwajibkan setor Rp2 juta per pedagang setiap bulan.

Para pedagang kaki lima (PKL) itu mengaku tak kuat lagi hingga ramai-ramai menemui Kepala UPT PKOR Wayhalim Herris di Gedung KONI Lampung, PKOR, Wayhalim, Kota Bandarlampung, Kamis (16/3/2023), sekira pukul 03.00 WIB.

Herris mengaku kaget dengan jumlah pembayaran yang fantastis terhadap para pedagang tersebut. Pihaknya hanya mengenakan retribusi Rp10 ribu per pedagang setiap hari sesuai ketentuan untuk kebersihan, keamanan, dan salar.

Jika ada event, dikoordinasikan dengan pengelola event, ada tambahan PAD Rp2.000 per pedagang buat tambahan  kebersihan dan keamanan, itu saja, katanya. "Di luar itu, tidak ada lagi biaya yang dibebankan kepada pedagang," tambahnya.

Herris yang baru setahun memimpin UPTD mengatakan apa yang dikatakan para pedagang merupakan pekerjaan rumah baginya untuk membersihkan mereka yang selama ini melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang.

Bahkan, dari cerita pedagang, dia juga baru tahu adanya fitnah terhadap dirinya yang katanya akan menggusur para pedagang dari komplek PKOR Wayhalim. Ada juga oknum yang memaksa para pedagang tanda tangan untuk "menghantamnya" (gusur).

"Saya malah lebih senang para pedagang bisa berjualan nyaman, tanpa ada pungutan liar," ujarnya. Dia juga mengaku mendengar Bhabinkamtibmas dan Babinsa tak boleh masuk PKOR Wayhalim," jelasnya.

Bagi dia, pedagang harus dilindungi dari ulah oknum yang memungut biaya-biaya di luar dari ketentuan. Herris mengakui ada keteledoran dalam  pengawasan. "Nanti kita akan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk memberantas premanisme yang selama mengambil pungutan liar," katanya.

Dia minta para PKL bekerjasama dengan melaporkan adanya oknum-oknum yang meminta uang di luar ketentuan dari UPT PKOR Way Halim, termasuk dukungan dari aparat kepolisian dan masyarakat sekitar  agar tidak ada lagi premanisme. (Hajim)