Helo Indonesia

Ahmad Luthfi: Di Tengah Badai Geopolitik, Pancasila Tetap Jadi Tameng dan Perekat Jateng

42 menit lalu
    Bagikan  
Ahmad Luthfi: Di Tengah Badai Geopolitik, Pancasila Tetap Jadi Tameng dan Perekat Jateng

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berpose bersama usai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di halaman gubernuran

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Pancasila tetap menjadi perekat utama keberagaman masyarakat di tengah berbagai tantangan, mulai dari konflik sosial hingga dinamika geopolitik global.

Menurut dia, momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimanfaatkan untuk menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi persatuan dan arah pembangunan untuk masyarakat.

Gubernur Luthfi, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur, Senin 1 Juni 2026. Gubernur menegaskan, Pancasila merupakan warisan para pendiri bangsa yang hingga kini menjadi instrumen pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Nilai Pancasila ini kan sebagai founding father kita yang telah menggariskan bahwa, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Ini yang harus kita dengung-dengungkan,” kata Luthfi.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan, baik yang terjadi di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Apapun yang terjadi, konflik horizontal, komunal, kemudian konflik geopolitik, kembali kepada Pancasila sebagai alat pemersatu,” ujarnya.

Baca juga: Modal Evaluasi Kejurprov 2026, Tarung Derajat Jateng Siap Menggebrak di PON 2028

Luthfi menambahkan, masyarakat Jawa Tengah yang terdiri dari beragam suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial memiliki satu ikatan yang sama, yakni Pancasila.

“Di Jawa Tengah khususnya, ini merupakan landasan berpikir bagi seluruh masyarakat kita. Apapun suku, bangsa, bahasa, apalagi ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” jelasnya.

Ia mengatakan, implementasi nilai-nilai Pancasila juga diwujudkan melalui berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.

Sejumlah program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin antara lain Dokter Spesialis Keliling (Speling), Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, 1 KK 1 Rumah Layak Huni, Mageri Segoro, daycare bagi buruh, kemudahan akses pupuk bagi petani, subsidi solar untuk nelayan, hingga layanan kesehatan paripurna bagi warga miskin.

Nilai Universal

Sementara itu, dalam amanat yang dibacakannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yakni, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Baca juga: Disaksikan Wapres Gibran dan Sekda Jateng, Ribuan Lentera Perdamaian Tandai Puncak Waisak di Borobudur

Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal dalam membangun perdamaian dunia.

Kepala BPIP menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam setiap kebijakan publik.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” kata Yudian dalam amanatnya.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi pijakan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. (Aji)