HELOINDONESIA.COM -Ketika berbicara tentang spa wellness pasti membuat adrenalin bertambah agar bisa menjadi lebih sehat dengan pikiran yang juga sehat.
Demikian diungkapkan Rinto Taufik Simbolon Analis Kebijakan Ahli Madya dari Kementerian Pariwisata seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (3/2/2025).
"Kalau kita bicara spa wellness, ini suatu konsep kesehatan preventif. Artinya pencegahan yang sangat berguna untuk kebersihan tubuh. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Selain itu dapat juga meningkatkan imunitas dan pembentukan antibodi," papar Rinto.
Rinto menceritakan terkait spa sebagai wellness tourism. Di kampung halamannya di Medan, Brastagi, Padang Bulan, ada tradisi wellness yang disebut Oukup.
Baca juga: Baznas Berikan Bantuan Pengobatan Kepada Dua Warga Tubaba
"Oukup ini dari rempah-rempah. Asapnya bisa bikin sehat dan habis dioukup kita bisa langsung dipijat yang semuanya mengarah ke arah jantung," paparnya.
Menurutnya, tradisi kesehatan wellness ini sejatinya sudah berlangsung secara turun temurun.
Di tahun 1980-an, ungkapnya, banyak masyarakat Indonesia yang berusia hingga 90 tahunan.
"Anti aging atau anti penuaan ini sudah lama menjadi tren di masyarakat. Bukan nggak mau mati, tapi di usia tua bagaimana caranya agar tetap sehat, segar dan bugar," ujarnya.
Baca juga: Marriot Resort Serahkan Jalan 1 Km ke Pemkab Pesawaran
Dikatakan Rinto, masalah penyakit itu berasal dari darah. Sakit akibat dalam darah terdapat bakteri atau virus.
"Bisa juga berasal dari angin. Nah kalau kita di-spa kita bisa bersih, mulus, sehat. Inilah (motif) untuk memajukan health tourism ini," jelasnya.
Dalam salah satu materi paparannya, dia menyebutkan tentang various estimates of the medical tourism industry.
"Di sini dikatakan bahwa banyak manusia hidupnya dalam beberapa tahun sehat. Tapi ada juga yang tidak tertutup kemungkinan pola pikir atau mindset kita yang perlu dimanage," ujarnya.
Baca juga: Forum Guru Honorer Lampung Aksi ke DPRD Lampung. Mereka Titip Aspirasi
Mindset Ini, lanjutnya, artinya pikiran. Nah, penyakit itu bisa juga datang dari pikiran dan lain sebagainya.
"Tapi sebenarnya kalau kita melakukan meditasi udah ada adrenalinnya, ada antibiotik yang memang diberikan Tuhan kepada setiap manusia untuk supaya tetap sehat," katanya.
Dia pun memberikan contoh tanaman tomat. Kalau misalnya kita memarahi memaki sebuah tomat dalam satu pohon. Sementara tomat yang sama dalam suatu pohon kita elus-elus-elus kita puji-puji.
"Tomat yang kita marah-marahin, kita maki-maki maka maka akan menjadi lebih duluan membusuk," ujarnya.
Baca juga: Kapolres Mesuji Besuk Remaja Korban Ditusuk Hingga Usus Keluar.
Bicara soal ekosistem industri pariwisata kesehatan, pihaknya sebagai wakil dari pemerintah mengatakan bahwa apapun stakeholder atau asosiasi di bidang pariwisata ketika diidentifikasi usaha di bidang pariwisata ini tak hanya ada 13.
"Industri pariwisata ini turunannya yang kami sudah buat hampir mencapai 65. Bayangkan, semua harus, diterima, dibantu, disupport. Apapun ceritanya kita harus mampu men-support asosiasi spa wellness ini untuk lebih maju bisa mandiri dan bisa dapat penghasilan," terangnya.
Diungkapkan Rinto, negara dengan Top Emerging Country Destination di bidang spa wellness ini di antaranya Brazil, Turki, Maroko, Thailand, Hungaria, India.
Menurutnya, di Thailand pemerintahnya itu membantu secara intensif terkait pembangunan infrastruktur pariwisata. Malaysia dukungannya berupa intensif dan fiskal.
Baca juga: KLH Gerakkan Gaya Hidup Sadar Sampah, Pelototi 306 TPA Open Dumping di Indonesia
"Kita juga ada fiskal untuk membangun kapasitas fasilitas-fasilitas kesehatan. Di India pemerintahnya memberikan insentif, sosial dan fasilitas visa dan lain sebagainya. Filipina dan Indonesia juga ada.
Karena itu, sambungnya, dalam rangka persaingan era globalisasi harus memiliki suatu keahlian.
"Kalau Anda punya keahlian, silakan sertifikasi keahlian Anda untuk bisa bersaing dalam meningkatkan daya saing atau pariwisata ataupun spa wellness itu sendiri," terangnya.
Menurutnya, kementerian pariwisata memang memfasilitasi melalui asosiasi dan lembaga sertifikasi profesi dalam mensertifikasi terapis-terapis spanya untuk maju, dapat mandiri dan mampu bersaing.
Baca juga: UMKM Tangsel Bisa Dapat Sertifikasi Halal Gratis, Begini Cara Daftarnya!
"Ke depan bukan lagi kita ditanya dari UI atau dari ITB, tetapi Anda itu bisanya apa. Itulah pesan persaingan global ke depan," tandasnya.
