Helo Indonesia

Jarum Akupuntur Setipis Rambut dan Bisa Bikin Tidur Lelap, ini Perbedaannya dengan Jarum Suntik Medis

M. Haikal - Ragam -> Kesehatan
4 jam 48 menit lalu
    Bagikan  
Face Acupunture
Foto: tangkapan layar

Face Acupunture - Salah satu perawatan kecantikan kuno yang hingga kini terus dimanfaatkan oleh manusia moderen adalah akupuntur.

HELOINDONESIA.COM - Rasa takut yang muncul ketika menghadapi jarum suntik medis merupakan hal yang wajar saat dialami oleh sebagian orang.

Padahal jarum medis hanya berjumlah satu buah saat dipakai sekali itu saja.

Jika dibandingkan dengan jarum akupuntur, jauh berbeda jumlahnya.

Dalam pengobatan akupunktur, jumlah jarum yang ditusukkan ke titik-titik tubuh jumlahnya bisa belasan hingga puluhan.

Nah bagi kamu yang trauma jarum suntik tapi mendesak harus melakukan terapi akupunktur, jangan khawatir!

Baca juga: Penyelundupan Hukum Psl 18 ayat (3) PKPU 19/2023, Dapatkah Dipidana?

Justru akupunktur medis menggunakan jarum super tipis yang membantu meredakan nyeri, menghilangkan stres, dan membuat tubuh Anda menjadi rileks secara mendalam.

Bahkan saat jarum-jarum akupuntur itu disuntikkan kamu malah bisa tertidur pulas selama sesi berlangsung.

Dirangkum dari berbagai sumber, kendati sama-sama berupa logam silindris yang digunakan dalam dunia kesehatan, jarum medis biasa dan jarum akupunktur memiliki karakteristik, struktur, dan fungsi yang sangat kontras.

Jarum akupunktur umumnya hampir tidak terasa sakit saat menembus kulit.

Sensasi yang muncul setelah jarum masuk lebih sering digambarkan sebagai rasa pegal tumpul, kesemutan ringan, atau rasa hangat yang nyaman.

Baca juga: Lampung Tegaskan Komitmen Berantas Narkotika, 4.364 Cartridge Liquid Vape mengandung Narkotika Dimusnahkan

Dalam tradisi pengobatan Tiongkok, fenomena yang dialami pasien tersebut dikenal dengan istilah De Qi.

Berikut perbedaan mendasar di antara keduanya.

Pertama, struktur bentuk.

Perbedaan paling utama terletak pada anatomi bagian dalam jarum itu sendiri.

• Jarum medis biasa (hypodermic needle) dirancang dengan rongga di tengahnya (hollow).

Rongga ini berfungsi sebagai saluran untuk memasukkan cairan obat/vaksin ke dalam tubuh atau untuk menyedot sampel darah.

• Jarum akupunktur merupakan jarum padat (filiform needle). Jarum ini tidak memiliki rongga di dalamnya karena tujuannya murni untuk memberikan stimulasi mekanis pada titik-titik saraf tubuh, bukan untuk mentransfer cairan.

Kedua, soal ketebalan dan ukuran.

Jarum akupunktur memiliki ukuran yang jauh lebih tipis dan fleksibel dibandingkan jarum medis.

Baca juga: Pemprov Lampung Percepat Penanganan Karhutla, Perkuat Mitigasi, Kesiapsiagaan, dan Penyampaian Informasi Perkembangan Bencana

Ketebalan jarum medis umumnya berkisar antara 0,4 mm hingga 1,6 mm tergantung fungsinya.

Sementara itu, jarum akupunktur sangat halus dengan ketebalan hanya sekitar 0,12 mm hingga 0,35 mm—hampir setipis sehelai rambut manusia.

Karena begitu tipis, beberapa jarum akupunktur bahkan bisa melengkung dengan mudah saat disentuh.

Ketiga, desain ujung jarum

Cara kedua jarum ini menembus kulit juga sangat berbeda.

Jarum medis memiliki ujung yang dipotong miring dan sangat tajam (bevel/beveled tip).

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Perkenalkan Anak Didik pada AI Sejak Sekolah Dasar

Desain ini sengaja dibuat agar jarum dapat memotong jaringan kulit dan pembuluh darah dengan cepat demi membuka jalur cairan.

Sebaliknya, ujung jarum akupunktur berbentuk bulat telur atau kerucut halus.

Ujung yang membulat ini tidak memotong jaringan, melainkan menyelinap di antara serat-serat kulit dan otot tanpa merusaknya.

Perbedaan desain ujung jarum tersebut memengaruhi sensitivitas nyeri yang dirasakan pasien.

Jarum medis memicu rasa sakit tajam atau sensasi seperti "digigit semut" saat robekan jaringan terjadi, diikuti rasa pegal atau perih akibat volume cairan obat yang mendesak jaringan di dalam kulit.