Helo Indonesia

Polri bersama Pers Turut Berperan dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional

Aris Mohpian Pumuka - Nasional
Rabu, 25 Februari 2026 21:54
    Bagikan  
Bukber Bersama
Ist

Bukber Bersama - Kapolri menggelar acara buka puasa bersama dengan insan pers.

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap, media bisa berperan untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional. Karena suara media adalah suara dan aspirasi masyarakat.

Kapolri mengatakan hal itu saat menggelar acara buka puasa bersama insan pers di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan. Acara tersebut dimulai dengan pembagian takjil terlebih dahulu.

Kapolri bersama pejabat utama dan para insan pers membagikan bingkisan buka puasa, kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor Mabes Polri.

Masyarakat, pengendara hingga ojek online menyambut baik pembagian takjil tersebut. Usai membagikan takjil, Kapolri, PJU dan para jurnalis melanjutkan kegiatan berbuka puasa bersama. 

Baca juga: Aparat Bongkar Penyelundupan 90,2 Ton Kratom di Tanjung Emas, Wagub Jateng Beri Apresiasi

Acara ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus menguatkan sinergisitas antara Polri dan media.

"Hal ini tentunya bagian dari upaya kami untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang juga akan menjadi salah satu kekuatan," kata Sigit kepada wartawan, pada Rabu (25/2/2026) di Jakarta.

Dia katakan, pers adalah mitra yang sangat strategis bagi institusi Korps Bhayangkara. "Suara media adalah suara publik. Kami berterima-kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada rekan jurnalis media yang terus menyampaikan informasi," ujar Sigit.

Menurut Kapolri, pemberitaan media menjadi tolak ukur Polri. Begitu media menginformasikan suara publik, di situ juga pihaknya bergerak dan merespons cepat.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Hasil SPI KPK 2025 ke Jajaran untuk Peningkatan Kualitas Layanan dan Tata Kelola Pertanahan

Sigit menekankan, institusi Polri memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa yang terus disuarakan oleh media. Mengingat, hal itu mewakili kepentingan masyarakat.

"Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara," tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan bahwa, perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan AI hingga Deepfake melahirkan tantangan tersendiri untuk Bangsa Indonesia.

"Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Pun hal itu terjadi dalam tataran global, selain tentu saja terjadi di dalam negeri dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini menjadi tantangan kita semua," ucap Sigit.

Karena itu, Sigit berharap, media bisa menjawab tantangan tersebut. Dengan menyajikan informasi yang jujur, akurat dan dipercaya masyarakat luas.

"Harapan kita, media sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, dapat menjadi alat penghubung dan alat komunikasi bagi Polri. Polri sebagai institusi harus terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media," tutur Sigit.