Helo Indonesia

Mantan Menteri: Ironi, Presiden Jokowi Ajak Warga Singapura Tinggal di IKN, Tapi Tren Gen Z Pindah ke Singapura

Winoto Anung - Nasional
Selasa, 11 Juli 2023 23:59
    Bagikan  
Presiden Jokowi
Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi - Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: Sekretariat Presiden)

HELOINDONESIA.COMMantan Menteri di era Presiden Gus Dur yakni Muhammad AS Hikam, mengatakan bahwa, saat ini terjadi ironi di kalangan anak muda atau Gen Z.

Ironi itu karena Presiden Jokowi awal Juni yang lalu mengajak warga Singapura untuk tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang kini sedang dibangun di Kalimantan Timur.

 Mantan Meristek AS Hikam mengatakan hal itu di akunnya di Facebook. Irono negeri ini: Pak Jokowi pidato agar orang Singapura pindah ke Nusantara. Faktanya kini lagi tren Gen Z rame-ramen pindah dan menjadi Warga negara Singapura,” tulis AS Hikam, 11 Juli.

AS Hikam memberi tautan tentang berita-berita yang memberitakan banyak gen Z pindah menjadi WN Singapura, sumbernya adalah Dirjen Imigrasi Silmy Karim.

Baca juga: WHO: Air, Sanitasi, dan Kebersihan yang Buruk, Renggut 1,4 Juta Jiwa Manusia Setiap Tahunnya

Di antaranya, Dirjen Imigrasi Silmy Karim memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang per tahun. Padahal Indonesia tengah bersaing dengan negara lain untuk merebut orang-orang pintar.

Lantas terjadi diskusi antara AS Hikam dengan netizen followernya. Diskusi dari berbagai sudut pandang, kadang follower agak melebar, tapi juga ditanggapi mantan Menteri itu.

Netizen Handoko Untungmengungkapkan, biaya hidup di IKN akan sangat mahal, sebab di Balikpapan, sebagai kota terdekat, biaya hidup sudah sangat tinggi.

Baca juga: Kenali Gejalanya, Berikut Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Mellitus yang Perlu Anda Ketahui

“Nggak kebayang bakal berapa duit biaya hidup di Balikpapan dan sekitarnya kalau IKN jadi, saat ini saja nasi campur harganya selangit, semua import dari propinsi penyangga,” tulisnya di kolom komentar.

Dia menambahkan, mendingan di Jabar saja ibukota infrastrukturnya sudah jadi, ada Bandara Kertajati, kereta cepat dan biaya hidup masih murah.

Muhammad A S Hikam menjawab santai, “Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian (entah kapan?)." katanya. Dibalas Handoko Untung, bahwa living cost nya balikpapan ( kaltim kaltara ) termasuk paling tinggi di indonesia.

Baca juga: Peragawati Senior Ratih Sanggarwati Berjanji Berikan 30 Ribu Beasiswa Jika Terpilih Jadi Anggota DPR

“Mungkin pendapatan dan distribusinya juga paling tinggi dan paling merata se Indonesia?” tulis Muhammad A S Hikam.

“Lumayan, mengurangi kepadatan penduduk. Ekspor orang mungkin bisa jadi komoditi andalan?” tulis Arkadius Tarigan

“Arkadius Tarigan Sayangnya, pihak S'pura akan memilih siapa yg boleh pindah ke sana. Gak mungkin mengizinkan orang2 yg suka berisik dan malas bekerja,” jawab Muhammad A S Hikam.

Baca juga: Minyak Zaitun Vs Minyak Bunga Matahari: Mana yang Lebih Sehat?

Untuk diingat, Presiden Jokowi mengajak warga Singapura untuk tinggal di IKN Nusantara, di Kalimantan Timur. Jokowi mengatakan hal itu karena ia tahu saat ini harga rumah di Singapura sedang melambung tinggi.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat berpidato di Ecosperity Week 2023, Singapura, Rabu 7 Juni 2023. Pertemuan itu dihadiri oleh kalangan investor, akademisi, hingga pemerintah.

"Saya tahu, harga rumah di sini akhir-akhir ini sangat tinggi. Mungkin tinggal di Nusantara bisa menjadi pilihan," kata Jokowi sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Tak Terima Diputusin, Sebar Video Asusila Mantan Pacar, Pelaku Revenge Porn di Pekan Baru Dibekuk

Ada pun Dirjen Imigrasi Silmy Karim memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang per tahun. Padahal Indonesia tengah bersaing dengan negara lain untuk merebut orang-orang pintar.

"Saya lupa kalau enggak 100, 1.000 orang mahasiswa Indonesia di Singapura menjadi warga negara Singapura setiap tahun. Bersaing kita rebut orang-orang hebat, pintar," katanya dalam Festival Gen Z 2023 by CentennialZ, Minggu  9 Juli 2023.

Terkait fenomena ini, Silmy Karim  berharap semua pihak tidak hanya duduk saja. Silmy menilai Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam, sebab lambat laun pasti akan habis. Oleh karena itu, sisi sumber daya manusia lah yang harus ditingkatkan.

Dalam hal menentukan nasib bersama, harus bersatu. Pemerintah kasih beasiswa LPDP, memperjuangkan, kasih informasi supaya Gen Z generasi yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Namun saat ini, Gen Z dinilai menghadapi banyak persoalan. Misalnya biaya hidup yang tinggi, akses penunjang karir yang terbatas, dan permasalahan tentang kesenjangan atau kemiskinan. (*)

(Winoto Anung)